Breaking News:

Reaksi Wagub DKI saat Eks Anak Buah Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Tanah Rumah DP 0 Rupiah

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal penetapan tersangka eks Dirut Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan oleh KPK

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
ISTIMEWA
Tangkapan layar dari kanal youtube Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal penetapan tersangka eks Dirut Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Orang nomor dua di DKI ini pun mengaku menghormati keputusan yang diambil oleh lembaga anti rasuah itu.

"Terkait keputusan KPK mentersangkakan dan sudah menahan (Yoory) itu menjadi kewenangan mereka. Mari kita saling menghormati, saling mendukung satu sama lain," ucapnya, Jumat (28/5/2021).

Politisi Gerindra ini pun mengingatkan seluruh jajarannya untuk menjadikan kasus yang menjerat Yoory ini sebagai pembelajaran.

Sebab, eks anak buahnya itu telah melanggar prosedur pengadaan tanah untuk rumah Dp 0 Rupiah.

"Bagi Pemprov ini menjadi pelajaran untuk jajaran BUMD, PNS, dan kita pejabat untuk lebih berhati-hati. Semua harus dilaksanakan sesuai dengan regulasi, aturan, ketentuan yang ada dan SOP yang ada," ujarnya di Balai Kota.

"Juga tidak kalah penting, mari kita pastikan bahwa Jakarta harus bebas dari KKN," tambahnya menjelaskan.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019.

Baca juga: Polisi Didesak Kritis Terkait Rencana Tersangka Ingin Menikahkan Korban Persetubuhan

Baca juga: Setahun Produksi Tembakau Sintetis di Kontrakan, Sindikat Narkoba Ini Raup Keuntungan Rp 60 Juta

Empat tersangka itu yakni eks Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles (YRC); Direktur PT Adonara Propertindo (AP), Tommy Adrian (TA); Wakil Direktur PT AP, Anja Runtuwene (AR); dan PT AP sebagai tersangka korporasi.

"Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ini ke penyidikan pada tanggal 24 Februari 2021 dengan menetapkan 4 tersangka," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (27/5/2021).

Atas perbuatan para tersangka, KPK menduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 152,5 miliar.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved