Peredaran Tembakau Sintetis Sangat Laris, Polisi: Pengguna Banyak Mahasiswa
Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Wadi Sabani mengatakan, peredaran narkotika jenis tembakau sintetis sangat laris di pasaran.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Kapolres mengatakan, tembakau sintetis itu dijual melalui situs jual beli online dan media sosial.
"Cara penjualannya sebagian dijual dari media sosial, sebagian melalui aplikasi penjualan online," kata Azis.
Salah satu tersangka berinisial AM mengaku memiliki nama sendiri untuk tembakau sintetis yang dijualnya secara online.
"(Sebutannya) KKS, Krakatau Steel," kata AM.
Tidak ada alasan khusus bagi AM dalam menamakan tembakau sintetis tersebut.
"Karena tertarik saja," ujar dia.
Keempat tersangka yang diringkus polisi adalah KRP, IA, AM, dan AH. Mereka ditangkap di Kabupaten Tangerang, Banten.
Dua dari empat tersangka, yaitu AM dan AH, merupakan produsen yang meracik tembakau sintetis di sebuah kontrakan di Pandeglang, Banten.
Dari tangan para tersangka, polisi menyita ratusan paket tembakau sintetis siap edar.
"Total barang buktinya sebanyak kurang lebih 600 paket atau sekitar 6 Kg atau 6.000 gram," kata Azis.
Azis menjelaskan, tersangka menjual tembakau sintetis tersebut dengan berbagai paket. Mulai dari 5 gram hingga 100 gram.
"Ada sebutannya paket 5R itu 5 gram itu Rp 450 ribu. Kemudian paket 10R Rp 800 ribu, paket 25R Rp 1,75 juta paket 50R Rp 3 juta dan paket 100R Rp 5,5 juta," ungkap dia.
"Dari hasil temuan tersebut, jika dikalkulasi dengan angka nominal, bisa mencapai Rp 500 juta lebih," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/pabrik-tembakau-sintetis-rumahan-di-pandeglang.jpg)