Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Pemprov DKI: Operasinal Restoran Hanya Sampai 21.00 WIB Selama PPKM Mikro

Restoran, tempat makan, hingga kafe hanya boleh buka hingga pukul 21.00 WIB selama masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Virus Corona 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Restoran, tempat makan, hingga kafe hanya boleh buka hingga pukul 21.00 WIB selama masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

Hal ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Gumilar Ekalaya saat ditemui di Balai Kota.

"Operasional restoran hanya sampai 21.00 WIB," ucapnya, Rabu (2/6/2021).

Kebijakan ini berbeda dibandingkan saat bulan puasa kemarin, dimana restoran bisa melayani pelanggan makan di tempat hingga pukul 22.30 WIB.

Baca juga: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Klaim Tidak Ada Korban Meninggal Dunia Akibat Vaksinasi Covid-19

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang masa Penerapan Pembatasaan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 14 Juni 2021. 

Pasalnya, kasus Covid-19 di Jakarta meningkat kembali pascalibur lebaran 2021.

Pada 31 Mei 2021 kasus aktif di Jakarta sebanyak 10.658 kasus. 

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan kasus tersebut bertambah 3.365 dari dua minggu sebelumnya.

"Lonjakan kasus tahun ini sedikit lebih baik daripada tahun kemarin yang mencapai 30 ribuan kasus," kata Widyastuti dalam keterangan resminya, Selasa (1/6/2021).

Baca juga: Polisi Pertimbangkan Sanksi Sita Sepeda Road Bike yang Melanggar Jam Melintas di Sudirman-Thamrin

Baca juga: Kasus Covid-19 Turun, Mikro Lockdown Klaster RT di Ciracas Dihentikan

Dia menambahkan, kebijakan memperpanjang masa PPKM Mikro ini termaktub dalam Keputusan Gubernur Nomor 671 Tahun 2021, Surat Gubernur Nomor 251/-1.772.1, dan Instruksi Gubernur Nomor 37 Tahun 2021.

"Kami di Pemprov DKI telah belajar dan lebih siap, terutama untuk melakukan treatment, seperti penyediaan tempat tidur isolasi mandiri yang langsung disiapkan untuk mereka yang terpapar Covid-19,” jelas Widyastuti.

Widyastuti menjelaskan, hingga 31 Mei 2021 pihaknya telah menyiapkan tempat tidur isolasi sebanyak 6.621 dan terisi 2.176 atau sebesar 33 persen.

Sedangkan untuk ICU, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyediakan tempat tidur sebanyak 1.014 dan telah terpakai 362 atau sebesar 36 persen dari kapasitas yang disediakan.

"Ini yang berbeda dari tahun lalu, meskipun terjadi lonjakan kasus, bed occupancy rate kita di bawah 50 persen. Namun, kita tetap waspada untuk lonjakan kasus yang lebih parah," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved