Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Orang Dengan Gangguan Jiwa di Kota Bekasi Bakal Disuntik Vaksin Covid-19

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Bekasi bakal dilakukan vaksinasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Bekasi Dezy Syukrawati di Kantor Dinkes Kota Bekasi, Jalan Pangeran Jayakarta, Medan Satria, Kota Bekasi, Senin (24/5/2021).  

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kota Bekasi bakal dilakukan vaksinasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat tengah menyusun rencana pelaksaan kegiatan tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi Dezy Syukrawati, Jumat (4/6/2021).

"Untuk pelaksanaannya sejauh ini kita masih mengumpulkan data, berapa ODGJ yang ada di Kota Bekasi yang akan menjadi sasaran vaksin," kata Dezy.

Dezy menjelaskan, proses pencanangan sudah berjalan. Salah satunya penentuan lokasi vaksinasi yang nantinya akan berjalan.

Baca juga: Pemkot Bekasi Perpanjang Kebijakan PPKM Mikro, Berikut Jam Operasional Mal, Pasar Hingga Kafe

"Kemarin kita merencanakan, lalau pada pencanangan kita juga membahas apakah nanti dikumpulkan di satu tempat atau seperti apa, itu masih kita bahas," jelas dia.

Selain itu, pihaknya juga pastinya akan menentukan terlebih dahulu klasifikasi ODGJ yang laik divaksin. Baik kesehatan secara psikis dan fisiknya.

Baca juga: Tak Ada Pemberangkatan Haji 2021, Sejumlah Jemaah di Kota Bekasi Tarik Uang Pelunasan

"Karena kan ODGJ ini kondisinya khusus, jadi pelaksanaan vaksinasinya harus benar-benar disiapkan, jangan sampai kita suntik padahal kesehatan mental dan fisiknya sakit, jadi nanti tetap ada skrining," terang dia.

Proses skrining ODGJ ini lanjut Dezy, berbeda dengan pasien atau sasaran vaksin orang biasa. Harus ada pendamping dari keluarga atau ahli yang selama ini merawat pasien.

"Artinya kita akan melakukan pendekatan kalau dia misalnya ODGJ tapi berada di tengah keluarga kita lebih enak, artinya kita minta dukungan dari keluarganya," tuturnya.

"Kalau mereka ada di panti pasti kan ada pengawasan dari pantinya jadi kita lagi koordinasi terus ya," terang Dezy. 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved