Breaking News:

Toko Pakaian di Depok Dibakar Pria Misterius, Saksi Mata Ungkap Ciri-ciri Terduga Pelaku

Seorang pria yang diduga juru parkir berinisial R, nekat membakar sebuah toko pakaian yang ada di Jalan Asmawi, Beji, Kota Depok.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Layar tangkap rekaman kamera CCTV saat pelaku membakar toko pakaian di Jalan Asmawi, Beji, Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI – Seorang pria yang diduga juru parkir berinisial R, nekat membakar sebuah toko pakaian yang ada di Jalan Asmawi, Beji, Kota Depok.

Peristiwa pembakaran ini terjadi pada Senin (7/6/2021) dini hari kemarin sekira pukul 02.00 WIB. Dari video yang beredar, nampak pelaku menyiramkan cairan yang diduga bensin di bagian rolling door toko pakaian yang sudah tutup tersebut.

Setelahnya, pelaku pun sempat memperhatikan kondisi sekitar dan kemudian menyulut cairan yang disiramkan tersebut hingga api pun membumbung tinggi.

Beruntung, tak berselang lama api pun mengecil dan padam. Namun, menyisakan noda hitam hangus pada bagian tembok dan pintu rolling door toko tersebut.

Salah seorang penjaga toko di lokasi sekitar, Eko, mengatakan, orang yang membakar toko pakaian tersebut baru beberapa bulan ini menjadi juru parkir di lokasi.

“Dia tukang parkir sih, baru kerja pas mau bulan puasa kemarin,” katanya dijumpai wartawan di lokasi kejadian, Selasa (8/6/2021).

Selama bekerja menjadi juru parkir, Eko mengenal R sebagai sosok yang biasa saja.

“Biasa saja sih selama ini juga, baik-baik saja. Gak ada masalah sih (antara terduga pelaku dan pemilik toko), makanya bingung motifnya apa,” katanya.

Baca juga: Polisi Tangkap Guru Ngaji di Penjaringan yang Diduga Cabuli Muridnya

Baca juga: Jokowi Hentikan Pembiayaan Hotel Pasien Covid-19, Anies Sulap GOR dan Sekolah Jadi Lokasi Isolasi

Baca juga: 33 Warga Positif Covid-19, Perumahan Villa Mutiara Gading 1 Bekasi Terapkan Mikro Lockdown

Akibat kejadian tersebut, toko pakaian ini pun belum kembali beroperasi hingga saat ini.

“Tutup sementara gara-gara kejadian itu. Sudah lapor polisi, langsung itu malamnya lapor RT, ke polisi juga langsung diurus,” tuturnya.

Eko mengatakan dirinya juga mengaku khawatir dan resah atas kejadian tersebut.

“Kalau boleh jujur ya dibilang resah ya resah, takut ibaratnya, tukang parkir yang sehari-hari sama kita kok bisa gitu,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved