Putus Sekolah karena Tak Ada Biaya Diduga jadi Pendorong Pelajar Nekat Akhiri Hidupnya

Harus putus sekolah karena tak ada biaya diduga yang mendorong seorang pelajar sampai nekat mengkahiri hidupnya.

Editor: Elga H Putra
Tribunnews.com/Ilustrasi
Ilustrasi Gantung Diri. Harus putus sekolah karena tak ada biaya diduga yang mendorong seorang pelajar sampai nekat mengkahiri hidupnya. 

TRIBUNJAKARTA.COM, MAGETAN - Harus putus sekolah karena tak ada biaya diduga yang mendorong seorang pelajar sampai nekat mengkahiri hidupnya.

Korban adalah AS (17), warga Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Tengah.

Dia adalah anak pertama dari tiga bersaudara pasangan AG (41) dan SU(39).

Orangtuanya merupakan buruh tani di desanya.

AS ditemukan sudah tidak bernyawa, dengan posisi gantung diri, pada Rabu (9/6/2021).

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, korban sejak beberapa hari sebelum ditemukan meninggal dalam posisi gantung diri, sering termenung dengan pandangan menerawang.

AS DO dari sekolah saat akan memasuki kelas dua SLTA.

Karena keterbatasan biaya, kedua orangtuanya menginginkan Angga bekerja untuk membantu kedua orangtua.

Kapolsek Kawedanan, Resor Magetan AKP Suyatni, membenarkan kejadian itu dan menurunkan personilnya untuk melakukan olah TKP.

Baca juga: Cara Cairkan Dana Bansos Tunai Rp 300 ribu di Kantor Pos, Begini Cek Data Penerima Bansos Juni 2021

Baca juga: PPDB DKI Jakarta Ditutup Besok, Ini Lokasi Posko Pengaduan Bila Ada Kendala saat Pendaftaran

Baca juga: Anak Berulang Tahun, Wakil Walkot Tangsel Ungkap Kesedihan karena Kena Covid-19: Ayah Harus Berjuang

"Saksi pertama kali menemukan korban sekitar pukul 7.30 WIB dalam posisi itu,"kata Kapolsek AKP Suyatni kepada Surya, Rabu (9/6).

Anak Ditolak Ujian, Orangtua Siswa Bunuh Kepala Sekolah

Geram anaknya yang mau ikut ujian tapi malah tak diperbolehkan dan disuruh pulang, orangtua siswa tikam kepala sekolah sampai tewas.

Peristiwa berdarah itu terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tepatnya di Sekolah Dasar Inpres (SDI) wilayah Nangaroro.

Menurut informasi, penganiayaan itu terjadi berawal saat korban menyuruh anak pelaku pulang dan tidak boleh mengikuti ujian.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved