Breaking News:

Kasus Penipuan Investasi Rp20 Miliar di Tangerang, Terdakwa Timothy Ngaku Terdampak Pandemi Covid-19

Sidang perkara penipuan investasi senilai Rp 20 miliar yang menjerat Timothy Tandiokusuma kembali digelar di Pengadilan Negeri Tangerang.

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Terdakwa penipuan investasi di Tangerang Selatan senilai Rp 20 miliar, Timothy (baju hitam) dihadirkan dalam sidang pledoi di Pengadilan Negeri Tangerang, Jumat (11/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sidang perkara penipuan investasi senilai Rp 20 miliar yang menjerat Timothy Tandiokusuma kembali digelar di Pengadilan Negeri Tangerang.

Dalam sidang pembacaan pleidoi, penasehat hukum terdakwa, Sumarso mengatakan, dalam dakwaan pertama kliennya didakwa telah melanggar pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan, penggelapan dan korupsi.

"Memang terbukti dalam persidangan itu ada. Tapi kami berpendapat itu bukan tindak pidana penggelapan apalagi dalam persidangan jaksa mengatakan itu tindak pidana korupsi, dari mana?," jelas Sumarso di Pengadilan Negeri Tangerang, Jumat (11/6/2021).

"Kalau kita cermati kita harus teliti. Kok bisa tindak pidana korupsi masuk dalam dakwaan. Ini kan nggak sesuai dengan fakta di persidangan," sambungnya lagi.

Menurutnya, dakwaan tentang pencucian uang.

Terdakwa penipuan investasi di Tangerang Selatan senilai Rp 20 miliar, Timothy (baju hitam) dihadirkan dalam sidang pledoi di Pengadilan Negeri Tangerang, Jumat (11/6/2021).
Terdakwa penipuan investasi di Tangerang Selatan senilai Rp 20 miliar, Timothy (baju hitam) dihadirkan dalam sidang pledoi di Pengadilan Negeri Tangerang, Jumat (11/6/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Sumarso menyebut, tindak pidana pencucian uang kan harus dibuktikan perbuatan pokoknya terlebih dahulu yang disebutman berlandaskan kontrak perjanjian yang disepakati kedua belah pihak.

"Kalau terbukti ini melakukan tindak pidana, kemungkinan tindak pidana pencucian uang juga akan terbukti," kata Sumarso.

Baca juga: Jelang PTM, SMAN 9 Tangsel Buat Sistem Pengawasan Siswa: Shareloc saat Pulang Sekolah

Baca juga: Gadis Asal Indramayu Dibawa Kabur dan Dirudapaksa Pemuda Berkali-kali, SMS ke Ayah Jadi Penyelamat

Baca juga: Skuat Garuda Harus Waspada, Penyerang Uni Emirat Arab Ini Pernah Cetak 3 Gol ke Gawang Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Timothy mengaku dirinya tidak bisa menjalankan kewajibannya membayar deviden dan mengembalikan investasi korban karena terdampak pandemi.

"Saya mulai terdampak pandemi itu di bulan Februari atau Maret 2020. Dimana berhentinya pembayaran bunga juga di tanggal tersebut. Tapi memang dari November 2019 ada satu, dua, kontrak yang memang tidak terbayar sampai bulan Februari-Maret 2020," aku Timothy.

Halaman
12
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved