Emak-emak Gerakan Peredaran Narkoba di Kampung Bahari, Anak dan Mantunya Ditangkap 2 Tahun Lalu

SW, emak-emak 54 tahun yang merupakan bandar narkoba Kampung Bahari, ternyata memiliki keluarga yang juga lekat dengan bisnis barang haram tersebut.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
SW (berkerudung), wanita 54 tahun yang merupakan bandar narkoba Kampung Bahari, saat diekspose di Mapolres Metro Jakarta Utara, Senin (12/6/2021). 

Yang bersangkutan sudah bermain dalam lingkaran setan bisnis narkoba sejak tahun 2014.

"Informasi dia, memang pada tahun 2014 dia awalnya melakukan itu. Namun, dia baru bermain kembali tiga bulan yang lalu," kata Ahsanul.

Menjadi TO bertahun-tahun, SW akhirnya ditangkap setelah polisi mengembangkan kasus pesta sabu berkedok family gathering di Puncak, Jawa Barat, Kamis (3/6/2021) lalu.

Saat itu, polisi menangkap lima bandar narkoba berinisial HS, AR, MS, IR, dan AL.

Baca juga: Bawa Ekskavator dan Tak Kuat Menanjak, Truk Mundur Menabrak Warung Kopi di Ciputat 

Pengembangan dilakukan setelah tersangka HS mengakui bahwa selama ini pasokan narkoba di lapaknya tak hanya didapatkan dari lapas, tapi juga dari SW.

"SW itu merupakan target kami sudah lama. Namun baru kali ini kita mendapatkan informasi yang tepat sehingga kita berhasil melakukan penangkapan terhadap saudari SW," jelas Ahsanul.

Sebagai bandar cukup berpengaruh di Kampung Bahari, SW menjual narkobanya tak langsung kepada pembeli.

SW mengecer sabu kepada pengedar-pengedar kecil untuk selanjutnya dijual lagi kepada pembeli.

TONTON JUGA

"Jadi penjual itu harus melalui lapak. Dari lapak itu dia ngambil barang ke kontrakan SW, tidak masuk langsung," ucap Ahsanul.

Saat diekspose, SW juga mengakui bahwa dirinya mengecer sabu kepada penjual kecil-kecilan.

Ia mengaku mendapatkan keuntungan Rp 100.000 dari setiap transaksi.

"Omzetnya sebulan Rp 3 juta," kata SW.

Sementara itu, saat ditanyakan, kekasih SW, BP mengaku memang membantu praktik penjualan narkoba ini.

Baca juga: Bukan Berikan Contoh Baik ke Warganya, Empat Kades di Jember Malah jadi Pecandu Sabu

Brondong pengangguran itu mengaku hanya membantu kekasihnya dalam mengedarkan narkoba dari Kampung Bahari.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved