Cerita Kriminal

Tabir Gelap Mayat Terbakar Dikira Sampah Temui Titik Terang, Dugaan Korban Penyuka Sesama Jenis

Hasil autopsi mayat hangus terbakar dikira sampah di Maros, Sulsel mengungkap fakta baru. Korban derita penyakit fistel diduga penyuka sesama jenis.

TRIBUN TIMUR/NURUL HIDAYAH
Rekonstruksi Wajah Korban Tewas Terbakar di Mallawa yang dirilis oleh Inafis Polda Sulsel. Hasil autopsi mayat hangus terbakar dikira sampah di Maros, Sulsel mengungkap fakta baru. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Hasil autopsi mayat hangus terbakar dikira sampah di Maros, Sulsel mengungkap fakta baru.

Korban memiliki penyakit fistel dari hasil autopsi Dokpol Bidokkes Polda Sulsel.

Ciri tersebut merujuk kepada penyakit fistel yang diduga kuat menjangkiti korban.

Hasil autopsi menunjukkan adanya pelebaran ukuran dari anus korban.

"Kami menerima hasil dari Dokpol Biddokkes Polda kalau area tubuh dari bagian belakang korban ada pelebaran," Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Nico Ericson, Senin (14/6/2021).

Penyakit fistel, ujar AKP Nico, biasanya diderita oleh orang-orang yang memiliki kelainan orientasi seks.

Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Nico Ericson menunjukkan sketsa wajah korban yang tewas terbakar di Mallawa, Maros
Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Nico Ericson menunjukkan sketsa wajah korban yang tewas terbakar di Mallawa, Maros (TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL HIDAYAH)

Sebab penderita biasanya melakukan hubungan seks melalui anus.

"Penyakit fistel ini biasanya diidap oleh orang-orang biasanya mengidap kelainan seks atau suka sesama jenis (homo)," katanya.

Kini, polisi terus mencari petunjuk mengenai pelaku dari peristiwa penemuan mayat hangus terbakar.

Baca juga: Muncul Klaster Hajatan, Wali Kota Bekasi Ancam Bubarkan Pesta Pernikahan Jika Tak Patuhi Prokes

Polre Maros telah mengerahkan unit K9 atau anjing pelacak untuk memaksimalkan proses pencarian bukti maupun petunjuk.

Dari hasil penyisiran bersama unit K9, menunjukkan bahwa jejak pelaku mengarah ke Kabupaten Bone.

"Hasil dari olah TKP menggunakan anjing pelacak, yang dilakukan hingga 2-3 kali menunjukkan pelaku mengarah ke Kabupaten Bone," katanya.

Baca juga: Rayuan Maut Elang 8 Kali Nodai Sang Pacar: Aku Sayang Padamu, Kamu Pacar Terakhir Untukku

"Kemungkinan pelakunya berasal dari Kabupaten Bone, karena anjing pelacak itu setiap di TKP selalu mengarah ke Kabupaten Bone," katanya.

Ia mengatakan, dugaan sementara pelaku membawa korban dari arah Bone ke TKP.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved