Breaking News:

Sidang Investasi Bodong Senilai Rp20 Miliar di Tangerang, Pengacara Terdakwa Giring ke Ranah Perdata

Sidang kasus investasi bodong senilai Rp 20 miliar di Tangerang Selatan kembali digelar di Pengadilan Negeri Tangerang.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Sidang kasus investasi bodong senilai Rp 20 miliar di Tangerang Selatan kembali digelar di Pengadilan Negeri Tangerang yang menjerat CEO Black Boulder Capital, Timothy Tandiokusuma, Kamis (17/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sidang kasus investasi bodong senilai Rp 20 miliar di Tangerang Selatan kembali digelar di Pengadilan Negeri Tangerang.

Kasus yang menjerat CEO Black Boulder Capital, Timothy Tandiokusuma itu digelar lagi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Desti Novita.

Desti menyampaikan tanggapannya atau replik terkait pembelaan atau pledoi yang dibacakan kuasa hukum terdakwa pada sidang yang digelar Rabu (9/6/2021) lalu.

Tanggapan pertama yang disampaikan Jaksa dalam sidang kali ini terkait pembelaan Kuasa Hukum Timothy, Sumarso

Sumarso menyoroti kekeliruan pengetikan dalam pemisahan unsur Pasal 3 UU No 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sidang kasus investasi bodong senilai Rp 20 miliar di Tangerang Selatan kembali digelar di Pengadilan Negeri Tangerang yang menjerat CEO Black Boulder Capital, Timothy Tandiokusuma, Kamis (17/6/2021).
Sidang kasus investasi bodong senilai Rp 20 miliar di Tangerang Selatan kembali digelar di Pengadilan Negeri Tangerang yang menjerat CEO Black Boulder Capital, Timothy Tandiokusuma, Kamis (17/6/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Padahal menurut jaksa, hal itu telah dijelaskan secara cermat dan jelas dalam surat tuntutan JPU.

Kedua, Jaksa juga menanggapi niat terdakwa untuk menyelesaikan kewajibannya kepada saksi korban SF.

Baca juga: Klasemen Euro 2020: Belgia dan Belanda Susul Italia, Jadwal Piala Eropa 2020: Skotlandia vs Inggris

Baca juga: Silang Pendapat, Kapolda Metro Sebut Jakarta Tidak Baik-baik Saja, Wagub DKI: Semua Terkendali

Baca juga: Follow Adrien Rabiot hingga Frenkie de Jong di Medsos, Gelandang Persija Jakarta Marc Klok Curi Ini

Yang sampai saat ini tidak menemui titik temu karena tidak sesuai dengan kerugian yang diderita SF.

Ia menuturkan, menurut KUHP, secara hukum, permohonan maaf dengan menyelesaikan kewajiban tidak bisa menghapuskan dan atau menggugurkan perbuatan pidana yang telah ia lakukan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved