Breaking News:

PPDB 2021

Calon Peserta Didik di Bekasi Heran Namanya Tak Lolos PPDB Padahal Ada yang Nilainya Lebih Rendah

Sejumlah calon peserta didik di Kota Bekasi justru malah kebingungan melihat hasil seleksi, di situs PPDB Jawa Barat namanya tak tercantum atau gagal

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Freepik
Ilustrasi PPDB 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pengumuman jalur prestasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat berlangsung hari ini, Senin (21/6/2021).

Sejumlah calon peserta didik di Kota Bekasi justru malah kebingungan melihat hasil seleksi, di situs PPDB Jawa Barat namanya tak tercantum atau gagal.

Kebingungan ini tentu saja bukan tanpa alasan, pasalnya, hal ini dirasakan Daniel, calon peserta didik yang mendaftar ke SMA Negeri 17 Kota Bekasi.

Daniel mengaku, namanya tidak ada dalam dafta calon peserta didik yang lolos seleksi jalur prestasi PPDB di SMA tersebut.

"Skor paling bawah (terendah) itu 626, sedangkan saya 646, enggak tahu kenapa enggak masuk," kata Daniel saat dikonfirmasi, Senin (21/6/2021).

Hal yang sama dirasakan Herlini, calon peserta didik yang mendaftar ke SMA Negeri 3 Kota Bekasi mengaku, skor PPBD dia sejatinya lebih tinggi dari skor calon peserta didik terendah di daftar yang lolos.

"Skor aku pertama daftar 668, tapi enggak tahu kenapa jadi turun 619, akhirnya enggak masuk karena di SMA 3 paling rendah 648," jelas dia.

Baca juga: Sensasi Menyeruput Madu Segar Langsung dari Sarangnya di Hutan Kota Srengseng Jakarta Barat

Baca juga: Kapolres Jakarta Pusat Sebut Data Covid-19 Dinkes DKI Tak Selaras dengan Kondisi di Lapangan

Baca juga: Begini Cara Pemain Bertahan Persija Menjaga Ketahanan Fisik untuk Menjaga Kebugaran

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi memastikan, seleksi nilai PPDB jalur prestasi dilakukan dengan sistem.

Sehingga kata dia, tidak mungkin nilai atau skor siswa yang lebih tinggi kalah dengan skor calon peserta didik yang lebih rendah.

"Kalau sistem nggak mungkin ngambilnya nilai yang rendah," kata Dedi.

Menurut dia, kasus di Kota Bekasi bisa jadi calon peserta didik berpatokan pada nilai atau skor awal saat mendaftar.

Sedangkan, sistem PPDB jalur prestasi nilai rapor dihitung menggunakan rumus kalibrasi dan setelah itu diverifikasi.

"Setelah kejadian begitu coba dicek lagi, apakah yang ditunjukkan itu nilai rapor versi pendaftaran, atau versi verifikasi," ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved