Cerita Kriminal

Berawal dari Cari Kutu, Masdar Kemudian Lampiaskan Nafsu ke Bocah Lugu

Pria asal Jeneponto, Sulawesi Selatan ini mengakui bahwa aksi cabulnya kepada bocah lugu di kampungnya itu berawal dari mencari kutu.

Editor: Elga H Putra
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi Pelecehan Seksual. Pria asal Jeneponto, Sulawesi Selatan mengakui bahwa aksi cabulnya kepada bocah lugu di kampungnya itu berawal dari mencari kutu. 

Awalnya DW minta ARD datang ke rumahnya.

Saat tiba di depan gang rumah, ARD diminta meninggalkan motornya di lokasi.

Kemudian DW mengajak ARD naik mobil.

Sopir truk angkutan diduga melakukan hubungan intim pada kekasihnya yang masih di bawah umur hingga beberapa kali.
Sopir truk angkutan diduga melakukan hubungan intim pada kekasihnya yang masih di bawah umur hingga beberapa kali. (Istimewa via POLRES PASER)

"Korban diajak jalan-jalan. Setelah sampai di rumah, DW mengajak ARD ke kamar. Kemudian korban berbincang-bincang dengan tersangka," terang Hendrawan.

Setelah hubungan terlarang itu, DW menyuruh ARD pulang ke rumahnya.

Sejak saat itu pasangan pacaran keblabasan ini kerap mengulang perbuatan terlarang tersebut.

Terakhir, DW hubungan intim dengan ARD pada Jumat (11/6/2021) sekira jam 22.00 WITA.

ARD keluar rumah lewat pintu belakang rumah tanpa sepengetahuan ibunya.

Setiba di rumah DW, pasangan ini hubungan intim.

Saat itu ibu ARD kebingungan menyadari anaknya tidak ada dan juga tidak pulang ke rumah.

Rupanya saat ditelusuri bahwa ABG 14 tahun itu sedang berada di kamar hotel bersama ARD.

"Ibu korban tidak terima, dan langsung melapor ke polisi. Kami sedang memanggil para saksi untuk dimintai keterangan," tuturnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Pengakuan Pelaku Pencabulan di Jeneponto, Berawal Saat Cari Kutu

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved