Breaking News:

Tunggakan BPJS dan Kemenkes di RSUD Kota Bekasi Mencapai Rp 81 Miliar

tunggakan BPJS Kesehatan dan Kemenkes terkait layanan kesehatan peserta jaminan kesehatan serta layanan pasien Covid-19 di rumah sakit milik Pemkot

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat dijumpai di Posko Satgas Covid-19 Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Selasa (22/6/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Rahmat Effendi mengatakan, tunggakan BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi capai Rp 81 Miliar.

"Sekarang kalau engga salah saya lihat Rp 81 miliar, rinciannya ada yang BPJS ada yang Kemenkes, ini kan tetep outstanding payment (sudah diajukan) yang belum dibayar," kata Rahmat, Selasa (22/6/2021).

Menurut dia, tunggakan BPJS Kesehatan dan Kemenkes terkait layanan kesehatan peserta jaminan kesehatan serta layanan pasien Covid-19 di rumah sakit milik Pemkot Bekasi tersebut.

"(Tagihannya) dari November, Desember (2020) sampai sekarang," jelasnya.

Pria yang akrab disapa Pepen ini mengaku, segera membuat laporan ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait piutang BPJS dan Kemenkes.

Baca juga: Kabar Baik, 80 Warga Kelurahan Gerendeng Tangerang Sudah Sembuh dari Covid-19

Baca juga: Ketua DPRD DKI Minta Anies Baswedan Ubah Nama Jalan Kebon Sirih Jadi Jalan Ali Sadikin

Baca juga: Petugas Satgas Covid-19 Kelapa Dua Wetan Pasok Kebutuhan Logistik Bagi Warga yang Isolasi Mandiri

"Sekarang saya mau ke BPKP minta bantuan, terakhir kita udah kirim surat waktu 2020, sudah selesai dibayar Rp8 miliar," terang dia.

RUSD Kota Bekasi lanjut dia, merupakan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD), tunggakan BPJS dan Kemenkes yang cukup tinggi dikhawatirkan berimbas pada pelayanan rumah sakit.

"Kalau sebulan lagi terus begini ya engga ada duit lah, dari mana nanti, kan orang mesti digaji, apalagi kan RSUD kita tuh BLUD, jadi kan mesti antisipasi," tegasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved