Breaking News:

Pemprov DKI Masih Mengkaji Usulan Perubahan Nama Jalan Kebon Sirih Jadi Jalan Ali Sadikin

Usul pengubahan nama Jalan Kebon Sirih ini pertama kali diungkapkan Prasetyo dalam rapat paripurna memperingati HUT ke-494 DKI Jakarta

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
Tribunjakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Wagub DKI Ahmad Riza Patria saat ditemui di gedung DPRD DKI, Rabu (16/6/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyambut baik usul pengubahan nama Jalan Kebon Sirih menjadi Jalan Ali Sadikin yang disampaikan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi.

“Itu usulan yang bagus ya,” ucap Ariza, Rabu (23/6/2021).

Walau demikian, politisi Gerindra ini menyebut, pihaknya tak bisa begitu saja mengubah nama jalan itu.

Kajian hingga masukan dari masyarakat pun harus terlebih dulu didengar Pemprov DKI.

“Nanti kami kaji dulu,” ujarnya singkat saat ditemui di Balai Kota Jakarta.

Usul pengubahan nama Jalan Kebon Sirih ini pertama kali diungkapkan Prasetyo dalam rapat paripurna memperingati HUT ke-494 DKI Jakarta, Selasa (22/6/2021) kemarin.

Adapun Jalan Kebon Sirih membentang dari perempatan Jalan Abdul Muis sampai perempatan Jalan Menteng Raya, seberang Tugu Tani, Jakarta Pusat.

Usulan ini disampaikan Prasetyo langsung dihadapan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang turut hadir dalam rapat paripurna luar biasa ini.

"Kiranya saudara gubernur berkenan pula menerbitkan Peraturan Gubernur guna menetapkan perubahan nama Jalan Kebon Sirih menjadi Jalan H. Ali Sadikin," ucapnya, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Beragam Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Hutan Kota Srengseng Jakarta Barat

Baca juga: Wagub DKI Klaim Pihaknya Sudah Terapkan Rem Darurat di Jakarta

Baca juga: Pemprov DKI Berencana Perluas Ruas Jalan yang Ditutup Saat Jam Malam

Tak hanya itu, politisi PDIP juga meminta Anies mengabadikan Ali Sadikin menjadi nama gedung yang ada di komplek Balai Kota Jakarta.

"Ali Sadikin dapat diabadikan pada Gedung Blok G yang ada di lingkungan Pemprov DKI dengan nama Graha Ali Sadikin, Pendopo Ali Sadikin, atau Beranda Ali Sadikin," ujarnya.

Menurutnya, penamaan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok Ali Sadikin yang pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada periode 1966 hingga 1977.

Selama 11 tahun memimpin ibu kota, Ali Sadikin disebut-sebut memiliki peran dalam pembangunan Jakarta.

"Pada masa kepemimpinan beliau, banyak keberhasilan yang telah dirasakan oleh masyarakat Jakarta," kata Pras.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved