Cerita Kriminal
Tembak Warga Taman Sari, 2 Debt Collector yang Diamankan Polisi Ternyata Positif Narkoba
Kelompok debt collector atau penagih utang melukai seorang warga Taman Sari, Jakarta Barat, pada Selasa (22/6/2021) dini hari.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Kelompok debt collector atau penagih utang melukai seorang warga Taman Sari, Jakarta Barat, pada Selasa (22/6/2021) dini hari.
Pelaku penembakan adalah pria bernisial JP sekaligus otak di balik kericuhan terhadap warga setempat.
JP membawa senjata api lalu menembak warga setempat, Moch Idris (18), di bagian tangannya hingga kritis lalu dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.
Bersama tujuh rekannya dan dua wanita, mereka diamankan polisi empat jam setelah kejadian tersebut.
Baca juga: Debt Collector Pesta Minuman Keras di Taman Sari, Ditegur Malah Menembak Pria 18 Tahun
Baca juga: 10 Tahun Eksis, Cut The Crab Nation Wide di Beberapa Kota di Indonesia
Namun, empat dari sepuluh pelaku kini ditetapkan sebagai tersangka.
Keempat tersangka ini diantaranya JP (46), HS (41), FW (25), dan DT (36).
"Hasil pemeriksaan juga dua orang di antaranya kami cek urine hasilnya positif narkoba jenis sabu," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo, saat konferensi pers, Kamis (24/6/2021).
"Dari pengembangan kami lakukan, mereka debt collector yang pernah berkegiatan di Bekasi dan Jakarta Pusat," lanjutnya.
Menyoal senjata api, polisi masih mendalami asalnya.
"Kami terus kembangkan dan asal-usul senjata api masih kami dalami. Karena kami belum bisa sampaikan valid karena informasi tersangka berbelit-belit," jelas Ady.
"Mungkin karena masih pengaruh obat terlarang," sambungnya.
Kejadian penembakan bermula saat kelompok debt collector ini merayakan temannya yang sedang ulang tahun di kawasan Taman Sari.
Mereka berpesta minuman keras di tengah malam Jakarta yang sunyi.
Mereka lalu mabuk sehingga menimbulkan suara berisik terdengar ke telinga warga setempat.