Jakpro Optimalkan Calon Markas Baru Persija Stadion JIS Sebagai Kawasan Kota Layak Huni
PT Jakarta Propertindo akan mengoptimalkan Jakarta International Stadium sebagai kawasan livable city atau kawasan kota layak huni dan berkelanjutan.
Dengan menggunakan rumput hybrid, maka akan diperoleh manfaat pada biaya pemeliharaan yang lebih efektif.
Keuntungannya adalah daya tahan rumput hybrid tiga kali lipat dibanding rumput alami.
Penggunaan rumput hybrid memiliki daya serap air yang baik.
Selain itu, dari sisi penggunaannya, rumput hybrid bisa digunakan dua kali pertandingan sepak bola berskala internasional dalam satu hari.
Keunggulan lainnya, rumput hybrid sangat cocok dengan kondisi iklim pesisir.
Untuk perawatan rumput Zoysia Matrella yang ada di JIS nantinya hanya akan menggunakan burung kaki bayam, tanpa pestisida.
Kegunaannya adalah untuk menjaga kualitas lapangan JIS.
Baca juga: Update dan Cara Cek Ketersediaan Bed di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Jakarta Jumat Sore
"Burung kaki bayam ini nanti kita pelihara. Nantinya juga akan ada kandangnya sekaligus pawangnya di sekitar JIS," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT
Jakarta Propertindo (Perseroda), Nadia Diposanjoyo, Jumat (25/6/2021).
Akan ada lima sampai 10 ekor burung kaki bayam yang dipelihara di kawasan JIS guna memastikan rumput alami JIS terbebas dari hama seperti ulat dan serangga.
JIS juga akan menjadi stadion pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikat green building level platinum.
JIS akan mendapatkan predikat bangunan yang ramah lingkungan level tertinggi.

Jakmania penasaran
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menargetkan Jakarta International Stadium (JIS) dapat diresmikan dengan menggelar pertandingan sepak bola perdana, Desember 2021.
Ditarget rampung akhir tahun, hal ini membuat suporter Persija Jakarta, The Jakmania semringah sembari dan mulai penasaran.
Pasalnya, Jakarta International Stadium atau JIS, akan menjadi markas klub ibu kota, Persija Jakarta.