Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kasudin Kesehatan Jaksel Ingatkan Warga Waspada Penyakit DBD

Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengingatkan masyarakat mewaspadai penyakit demam berdarah (DBD) di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Kasudin Kesehatan Jakarta Selatan M Helmi saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan - Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengingatkan masyarakat mewaspadai penyakit demam berdarah (DBD) di tengah pandemi Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Pemerintah Kota Jakarta Selatan mengingatkan masyarakat mewaspadai penyakit demam berdarah (DBD) di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Suku Dinas Kesehatan (Kasudinkes) Jakarta Selatan M Helmi mengatakan, saat ini kasus DBD mulai bermunculan di ibu kota.

"Warga saya minta untuk tetap waspada. Di samping lagi pandemi (Covid-19), kita juga harus menjaga kebersihan untuk penyakit demam berdarah ini," kata Helmi dalam keterangannya, Jumat (2/7/2021).

Berdasarkan data Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, kasus DBD pada 2020 lalu di Jakarta Selatan mencapai 1.016 kasus.

Kecamatan Pesanggrahan menjadi wilayah dengan temuan kasus DBD terbanyak yang mencapai 227.

Helmi menuturkan, gaya hidup bersih dan sehat akan berdampak positif untuk kesehatan warga.

Kasudin Kesehatan Jakarta Selatan M Helmi saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Selasa (16/2/2021).
Kasudin Kesehatan Jakarta Selatan M Helmi saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Selasa (16/2/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

"Pembersihan lingkungan tidak melulu menunggu petugas kebersihan atau kerja bakti. Kebersihan lingkungan secara mandiri akan menjamin hilangnya jentik nyamuk," ujar dia.

Sepanjang tahun ini, ia mengungkapkan kasus DBD di Jakarta Selatan telah mencapai 206 kasus.

Baca juga: Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Bekasi Isolasi di Rumah:Kurangi Mobilitas, Siapa Pun Bisa Terpapar

"Kecamatan Pesanggrahan masih menjadi lokasi dengan temuan kasus terbanyak mencapai 42 kasus," ungkap Helmi.

Berikutnya disusul dengan Kecamatan Jagakarsa dengan 39 kasus DBD, Mampang Prapatan 23 kasus, Pancoran 23 kasus,  Kebayoran Baru 21 kasus, Kebayoran Lama 18 kasus, Pasar Minggu 16 kasus, Tebet 14 kasus, Setiabudi  6 kasus, dan Cilandak 4 kasus DBD

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved