Antisipasi Virus Corona di DKI

Tertinggi Selama Pandemi, Dalam Sehari Ada 270 Jenazah Dimakamkan Menggunakan Protap Covid-19

Covid-19 di DKI Jakarta makin mengkhawatirkan. Tak hanya kasus yang terus melonjak, angka pemakaman menggunakan protap Covid-19 juga semakin tinggi.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
Istimewa
Ilustrasi pemakaman jenazah Covid-19 - Covid-19 di DKI Jakarta makin mengkhawatirkan. Tak hanya kasus yang terus melonjak, angka pemakaman menggunakan protap Covid-19 juga semakin tinggi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta makin mengkhawatirkan.

Tak hanya kasus yang terus melonjak, angka pemakaman menggunakan protap Covid-19 juga semakin tinggi.

TONTON JUGA

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota mencatat, ada lebih dari 250 pemakaman menggunakan protap Covid-19 pada 29 Juni 2021 lalu.

Kepala Pusat Data dan Informasi, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Ivan Murcahyo mengatakan, angka ini merupakan yang tertinggi selama pandemi Covid-19.

“Tanggal 29 Juni sejumlah 270 jenazah dimakamkan dengan protokol Covid. Tertinggi dari awal pemakaman dengan protap Covid-19,” ucapnya, Jumat (2/7/2021).

Antrean mobil jenazah mengular di pemakaman khusus Covid-19 TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (17/6/2021) siang.
Antrean mobil jenazah mengular di pemakaman khusus Covid-19 TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (17/6/2021) siang. (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Tingginya angka ini menyebabkan petugas pemakaman kewalahan lantaran jenazah terus berdatangan tanpa henti.

Untuk itu, Pemprov DKI menambah jumlah petugas pemakaman di TPU Rorotan, Jakarta Utara.

Baca juga: Banyak Dibutuhkan Pasien Covid-19, Distribusi Oksigen Diawasi Polisi

Baca juga: Kantor Kecamatan Ciracas Dibuka Setelah Ditutup karena Pegawainya Positif Covid-19

Baca juga: Kewalahan Angkut Jenazah ke TPU, Pemprov DKI Pinjam Ambulans Parpol hingga LSM

Adapun TPU Rorotan saat ini menjadi lokasi utama pemakaman dengan protokol Covid-19 di DKI Jakarta.

“Saat ini sudah ditambah lima regu ya, eksisting di Rorotan 6 regu, saat ini total 11 regu yang bertugas."

"Tambahan didatangkan dari lokasi TPU lain,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Selain itu, tingginya angka pemakaman ini juga menyebabkan penjemputan jenazah di rumah sakit menuju TPU Rorotan sedikit tersendat.

TONTON JUGA

Sebab, petugas ambulans juga mulai kewalahan membawa jenazah itu menuju tempat pemakaman khusus Covid-19.

“Banyaknya permohonan angkut jenazah dari RS ke TPU yang bersamaan menyebabkan adanya waktu tunggu yang lebih panjang."

"Jadi, ada antrean penjemputan,” kata dia.

Sebagai informasi, pemakaman menggunakan protap Covid-19 bukan hanya dilakukan terhadap jenazah yang sudah terkonfirmasi positif.

Pasien yang meninggal sebelum hasil swab PCR-nya keluar pun dimakamkan menggunakan protap ketat ini.

Baca juga: PPKM Darurat Mulai Diberlakukan, Wali Kota Tangerang Mulai Aktif Sosialiasi: Gandeng Tokoh Agama

Kewalahan angkut jenazah

DKI Jakarta mulai kewalahan mengurus jenazah yang dimakamkan menggunakan protokol Covid-19.

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta pun mengaku kekurangan armada mobil ambulans mengantarkan jenazah Covid-19 ke tempat pemakaman.

TONTON JUGA

Antrean jenazah menuju lokasi pemakaman di sejumlah fasilitas kesehatan pun tak terelakkan lagi.

“Banyak permohonan angkut jenazah dari RS ke TPU yang bersamaan, sehingga adanya waktu tunggu yang lebih panjang."

"Jadi, ada antrean penjemputan,” ucap Kepala Pusat Data dan Informasi, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Ivan Murcahyo, Jumat (2/7/2021).

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota sebetulnya sempat membuat opsi mengangkut jenazah tersebut menggunakan truk.

Bahkan, opsi ini sempat diuji coba beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kantor Kecamatan Ciracas Dibuka Setelah Ditutup karena Pegawainya Positif Covid-19

Namun, hal ini mendapat kecaman dari masyarakat dan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota pun mengurungkan niat mereka mengangkut jenazah menggunakan truk.

Untuk mengatasi masalah ini, Ivan menyebut, pihaknya kini tengah berupaya mencari alternatif lain.

“Kami sedang opsikan untuk bisa optimalkan potensi angkutan di luar milik Pemprov DKI."

"Milik masjid dan yayasan keagamaan lainnya,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Baca juga: Ketersediaan Tempat Tidur di 24 RS Rujukan Covid-19 Kota Depok, Jumat 2 Juli: ICU RSUD Depok Sisa 3

Tak hanya itu, Pemprov DKI juga sudah mengajukan permohonan kepada sejumlah partai politik dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk meminjamkan armada ambulans yang mereka miliki.

“Ini sudah jalan, sudah ada (ambulans LSM dan Parpol) yang standby di rumah sakit,” tuturnya.

Baca juga: Ketersediaan Tempat Tidur di 24 RS Rujukan Covid-19 Kota Depok, Jumat 2 Juli: ICU RSUD Depok Sisa 3

Sebagai informasi, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota mencatat, ada lebih dari 250 pemakaman menggunakan protap Covid-19 pada 29 Juni 2021 lalu.

Ini merupakan angka pemakaman menggunakan protap Covid-19 tertinggi sejak pandemi melanda pada 2020 lalu.

“Tanggal 29 Juni sejumlah 270 jenazah dimakamkan dengan protokol Covid."

"Tertinggi dari awal pemakaman dengan protap Covid-19,” kata Ivan.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved