Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Daftar Tunggu di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Mencapai 40 Pasien

Guna mengontrol penanganan pasien gejala ringan sampai tanpa gejala itu, pengelola RLC memberlakukan antrean atau waiting list.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Koordinator RLC Tangsel, Suhara Manullang, di RLC, kawasan Tandon Ciater, Serpong, Kamis (8/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Rumah Lawan Covid-19 (RLC) Tangerang Selatan (Tangsel) yang berlokasi di kawasan Tandon Ciater, Serpong, kini menampung 249 pasien Covid-19.

Namun data tersebut sangat fluktuatif karena setiap hari pasien yang dikarantina dinyatakan sembuh, sekaligus ada penambahan pasien baru. 

Guna mengontrol penanganan pasien gejala ringan sampai tanpa gejala itu, pengelola RLC memberlakukan antrean atau waiting list.

Koordinator RLC, Suhara Manullang, mengatakan, saat ini waiting list sudah mencapai 40 orang.

Baca juga: Kejaksaan Negeri Tangsel Bentuk Tim Pengawal PPKM Darurat, Pastikan Penegakkan Peraturan Humanis

"Yang masih dirawat sekarang 249 orang dengan daftar tunggu 30-40 orang," ujar Suhara di RLC usai memulangkan 37 penghuni RLC yang dinyatakan sembuh Covid-19, Kamis (8/7/2021).

Semenjak penerapan PPKM Darurat, Suhara mulai melihat tanda-tanda penurunan kasus Covid-19.

Meskipun ia tidak bisa benar-benar memastikannya secara data, namun ia melihat dari kriteria pasien yang masuk ke RLC.

Baca juga: Jangankan Keponakan Jenderal, Satpol PP Tangsel Siap Tindak Anak Presiden Bila Langgar PPKM Darurat

Sebelum awal PPKM Darurat pekan lalu, pasien Covid-19 yang isolasi terpusat di RLC mayoritas klaster keluarga.

Biasanya bukan hanya orang tuanya, tapi anak-anak, bahkan kakek neneknya juga ikut terpapar Covid-19.

Namun saat ini, sepekan belakangan, pasien Covid-19 yang masuk RLC mayoritas individu.

Baca juga: Tak Pakai Masker & Ngaku Keponakan Jenderal, Pemuda di Tangsel Tak Berkutik saat Ditangkap Polisi

"Kalau dari permintaan kamar di RLC sudah berbeda, kalau awal-awal itu klaster keluarga. Kalau sekarang lebih ke individu, kemudian sporadis yang meminta dirawat di RLC pun kelihatan tidak lagi segencar awal," ujar Suhara.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved