Cerita Kriminal

Polisi Duga Tetangga Pembunuh Balita 2 Tahun di Tangerang Tak Alami Gangguan Jiwa

Pelaku pembunuhan sadis seorang balita berusia dua tahun di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang dinilai tidak mengalami gangguan jiwa.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Wajah RS pelaku pembunuhan balita 2 tahun di Perumahan Mustika Tigaraksa, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin (5/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pelaku pembunuhan sadis seorang balita berusia dua tahun di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang dinilai tidak mengalami gangguan jiwa.

Hal itu berdasarkan pengamatan Kepala Unit Reskrim Polsek Tigaraksa Eddy Sumantri Saputra saat beberapa hari memeriksa pelaku, RS.

"Sampai saat ini kita nilai baik-baik saja alias belum ada tanda gangguan jiwa. Pelaku saat diajak ngobrol dan ditanya-tanya penyidik bisa," kata dia saat dihubungi, Kamis (8/7/2021).

Tapi, berdasarkan keterangan pihak keluarga, pelaku memang sempat terlihat ada gelagat aneh sebelum merenggut nyawa korbannya

Pihak kepolisian sudah mencoba membawa pelaku ke rumah sakit jiwa yang berada di bilangan Serpong, Tangerang Selatan

Sayangnya pihak rumah sakit sedang tidak menerima pelayanan.

"Sebenarnya kita sudah coba bawa ke rumah sakit jiwa, namun karena tutup jadi kita bawa lagi ke sini," sambung Eddy.

Baca juga: Pemkot Depok Bentuk Timsus Siapkan Sanksi dan Hukuman Untuk Lurah yang Gelar Hajatan Pernikahan

Baca juga: Kegiatan Vaksinasi Massal 50.000 Peserta, Kemacetan Muncul di Sekitar Stadion Patriot Bekasi

Diberitakan sebelumnya, Seorang pria dewasa gelap mata menghabisi balita berusia dua tahun di Kabupaten Tangerang.

Adalah RS seorang pria dewasa yang tiba-tia menyayat leher seorang balita dua tahun pada Senin (5/7/2021) pagi.

Dari informasi yang dihimpun TribunJakarta.com, kejadian terjadi di Perumahan Mustika Tigaraksa, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Hubungan keduanya diketahui adalah tetangga.

Tapi, tiba-tiba saja RS menghampiri korban dan menyayat lehernya tanpa alasan yang jelas.

Eddy Sumantri Saputra menjelaskan, RS melancarkan aksi kejinya menggunakan sebilah pisau yang biasa digunakan untuk memotong rumput.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved