Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangerang

Ratusan Warga Tangerang Masih Acuh Terhadap Penerapan PPKM Darurat

Sekretaris Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Sekdis Pol PP) Kota Tangerang, Agus Prasetya menjelaskan, pelanggaran terbanyak adalah penggunaan masker.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Ega Alfreda
Kondisi posko penyekatan di Jalan Daan Mogot, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang yang macet parah saat PPKM Darurat diberlakukan, Selasa (6/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Terdata ada 273 pelanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Tangerang setelah empat hari dilaksanakan.

Pelanggaran yang dimaksud adalah tidak menggunakan masker, menerima pelanggan makan di tempat, berkerumun, dan beroperasi sampai malam hari.

Ratusan pelanggaran tersebut didapatkan Satpol PP Kota Tangerang sampai tanggal 5 Juli 2021.

Sekretaris Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Sekdis Pol PP) Kota Tangerang, Agus Prasetya menjelaskan, pelanggaran terbanyak adalah penggunaan masker.

Disusul pelanggaran jam operasional kedai kopi, restoran, dan jumlah kapasitas.

"Dari tanggal 3-5 Juli 2021 dimasa penerapan PPKM Darurat, ada 273 pelanggaran yang kami catat dan kami telah lakukan tindakan kepada masyarakat dan pengusaha yang membandel di masa PPKM Darurat," jelas Agus, Kamis (8/7/2021).

Pasalnya, selama pihaknya melaksanakan operasi bersama stakeholder lain, masih banyak ditemukan warga yang acuh PPKM Darurat.

Baca juga: Pemkot Tangerang Bakal Sanksi Keras Sekolah yang Nekat Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: Sentra Vaksinasi Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta Kini Buka 24 Jam

Baca juga: Kota Bekasi Gelar Operasi Yustisi, Sasar Perkantoran dan Restoran Pelanggar PPKM Darurat

Sehingga mereka telah mengambil langkah dengan menindak masyarakat dan pengusaha yang melakukan pelanggaran.

"Yang terbanyak kita berikan teguran tertulis dari pelanggaran yang mereka lakukan, pemberian sanksi denda uang sebesar 50 Ribu kepada 14 orang pelanggar, penyegelan sementara usahanya kepada pengusaha yang melanggar PPKM Darurat dengan jumlah delapan kasus," papar Agus.

Kemudian, ada 15 tempat usaha yang diberikan sanksi denda sebesar Rp 300 ribu karena melanggar batas waktu operasional selama PPKM Darurat.

Agus juga mengaku akan terus intensif melakukan operasi terutama dimasa pelaksanaan PPKM Darurat 3-20 Juli 2021 ini.

Dimana dengan operasi yang digelar ini diharapkan akan menumbuhkan disiplin masyarakat terhadap protokoler kesehatan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved