Antisipasi Virus Corona di DKI

Jumlah Awak Bus Sekolah DKI yang Terpapar Covid-19 Melonjak pada 2021

Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mencatat lonjakan jumlah awak bus yang terpapar Covid-19 pada tahun 2021

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
(Tribunnews/JEPRIMA)
Petugas Kebersihan Bus (PKB) saat melakukan penyemprotan cairan disinfektan kepada supir bus usai mengantar pasien Covid 19 di Pool Bus Sekolah DKI Jakarta, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (5/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Unit Pengelola Angkutan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mencatat lonjakan jumlah awak bus yang terpapar Covid-19 pada tahun 2021.

Bila sepanjang tahun 2020 lalu saat awal dilibatkan dalam penanganan pandemi di DKI Jakarta sebanyak 24 awak bus khusus evakuasi pasien ke RS rujukan dan tempat isolasi terpapar Covid-19.

Kepala UPAS Dishub DKI Jakarta, Ali Murthado mengatakan jumlah awak bus khusus evakuasi pasien Covid-19 yang terpapar Covid-19 melonjak drastis hingga pertengahan tahun 2021 ini.

"Dari bulan Februari 2021 sampai sekarang sudah 74 dari total 90 awak bus khusus evakuasi pasien Covid-19 yang terpapar. Jadi jumlahnya melonjak dibanding tahun 2020," kata Ali saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Sabtu (10/7/2021).

Sejumlah awak bus yang terpapar sempurna menjalani isolasi mandiri di ruang khusus karantina kantor UPAS Dishub DKI Jakarta di Jalan Raya Pondok Gede, Kecamatan Kramat Jati.

Namun ruang yang sudah dibuka sejak tahun 2020 lalu tersebut hanya tempat transit isolasi sementara karena secara sarana dan prasarana minim dibandingkan RS rujukan dan tempat isolasi khusus.

"Awak bus terpapar ini silih berganti, setelah ada yang sembuh dan bertugas kembali nanti ada lagi kena. Memang sejak awal dilibatkan dalam penanganan pandemi kita sadar risiko terpapar Covid-19 tinggi," ujarnya.

Baca juga: Petugas Puskesmas di Bekasi Mulai Kewalahan Menangani Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah

Baca juga: 10.383 Warga Sudah Ikuti Vaksinasi Covid-19 di GOR Ciracas

Baca juga: Per 9 Juli 2021, Sebanyak 2.661 Jenazah Warga Terpapar Covid-19 Dimakamkan di TPU Rorotan

Perihal apakah lonjakan awak bus terpapar Covid-19 berkaitan dengan varian baru yang lebih cepat dan mudah menular Ali menuturkan tidak dapat memastikan karena butuh uji laboratorium.

Menurutnya secara beban kerja tidak ada perubahan bila membandingkan antara tahun 2021 dan 2020, saat bertugas pun seluruh awak juga mengenakan alat perlindungan diri (APD) level 3.

"Awak bus juga mendapat asupan vitamin rutin dan dipilih yang tidak memiliki komorbid (penyakit penyerta). Prokes kita dari awal sudah sangat ketat, kita juga lakukan pemeriksaan swab berkala ke seluruh awak," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved