Virus Corona di Indonesia

Agar Tak Ikut Tertular, Ketahui Cara Merawat Keluarga yang Positif Covid-19 di Rumah

Berikut cara merawat keluarga yang positif Covid-19 saat isolasi mandiri di rumah.

Editor: Muji Lestari
SHUTTERSTOCK/irem01
Ilustrasi isolasi mandiri di rumah. Simak cara merawat keluarga yang positif Covid-19 di rumah agar tak ikut tertular. 

Jika pasien tidak mungkinkan untuk makan sendiri, anggota keluarga yang merawat sebaiknya memakai alat pelindung diri.

Jangan menyentuh wajah saat harus membersihkan peralatan makan anggota keluarga yang positif Covid-19.

Selalu cuci tangan dengan air dan sabun setelah membersihkan peralatan makan.

Saat merawat anggota keluarga yang positif Covid-19, anggota keluarga lain harus memahami cara pencegahan penularan infeksi, seperti cara cuci tangan pakai sabun yang baik, etika batuk dan bersin, cara membersikan perabotan rumah hingga cara melakukan disinfeksi di rumah.

Dilansir Kompas.com, hal lain yang perlu diperhatikan, anggota keluarga yang merawat sebaiknya dalam kondisi sehat dan tidak termasuk golongan kelompok berisiko tinggi Covid-19, yaitu lansia, ibu hamil, dan orang yang memiliki penyakit bawaan.

Dokter yang praktik di Primaya Evasari Hospital ini juga mengingatkan, anggota keluarga yang merawat pasien Covid-19 harus melakukan tes swab PCR satu hari setelah kontak erat dan bisa diulang lima hari kemudian.

“Risiko tertular saat merawat anggota keluarga yang positif Covid-19 tentu selalu ada. Namun, ini bisa diminimalisasi dengan penggunaan masker yang benar dan sarung tangan, serta bisa ditambah dengan penggunaan APD ( alat pelindung diri) yang benar,” ujar dr. Hendra.

Cara Dapat Obat Gratis Bagi Pasien Isoman

Berikut cara mendapatkan obat gratis bagi pasien isoman Covid-19:

1. Pasien melakukan tes PCR/swab antigen di laboratorium yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Simak 11 Daftar Harga Eceran Tertinggi (HET) Obat Terapi Covid-19, Ivermectin Cuma Rp 7500

Jika hasil tesnya positif Covid-19 dan laboratorium melaporkan hasilnya ke database di Kemenkes, maka pasien akan menerima pesan WhatsApp dari Kemenkes (dengan centang hijau) secara otomatis.

2. Pasien bisa melakukan konsultasi secara daring dengan dokter di salah satu 11 platform layanan telemedicine secara gratis dengan klik link yang terdapat dalam pesan WA dari Kemenkes dan masukkan kode voucher di aplikasi yang dipilih.

3. Lakukan konsultasi secara daring. Dokter akan memberikan resep digital sesuai dengan kondisi pasien.

Jika pasien masuk dalam kategori yang dapat melakukan isoman, obat dapat ditebus gratis.

4. Untuk menebus resep obat gratis dari Kemenkes, pasien harus mengirim pesan WhatsApp ke salah satu gerai apotek Kimia Farma.

Ilustrasi Obat
Ilustrasi Obat (Pixabay via BangkaPos)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved