Antisipasi Virus Corona di DKI
Faskes Nyaris Kolaps Imbas Badai Covid-19, Pemprov DKI Upayakan Bangun RS Darurat Baru
Wagub DKI mengatakan Pemprov DKI berencana membuat rumah sakit darurat baru.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
Padahal, sudah mendapat rumah sakit rujukan Covid-19 dari 106 menjadi 140 rumah sakit pada 17 Juni 2021 lalu.
“Bila hari-hari itu DKI tidak menambah jumlah tempat tidur, saat ini kita sudah kolaps. Saat ini warga sudah tidak dapat tempat,” ucapnya dalam video itu, Sabtu (3/7/2021).
Sekarang pun, pasien Covid-19 sulit mendapatkan tempat hingga harus mengantre bila ingin masuk ruang ICU.
Sejumlah rumah sakit bahkan terpaksa mendirikan tenda darurat dan merawat pasiennya di selasar atau halaman rumah sakit.
Baca juga: Janji ke Polisi Tak Lagi Sebar Hoaks Covid-19, Dokter Lois Ternyata Masih Yakin dan Kembali Berulah
Kondisi seperti ini, kata Anies, merupakan yang terparah sepanjang pandemi Covid-19 yang sudah melanda ibu kota sejak 2020 lalu.
“Situasi yang sedang dihadapi ini nyata. Belum pernah sepanjang masa pandemi, kapasitas tempat tidur kita selalu di atas dibandingkan jumlah pasien,” ujarnya.
“Sekarang kita dalam posisi sangat-sangat berisiko. Mepet sekali,” tambahnya menjelaskan.
Di tengah badai Covid-19 yang tengah melanda, Anies menyebut, tantangan terberat yang dihadapi ialah menyiapkan tenaga kesehatan profesional.
Sebab, Pemprov DKI tak bisa begitu saja menyiapkan tenaga kesehatan profesional untuk penanganan Covid-19.
Terlebih, wilayah lain di Indonesia kini juga tengah menghadapi tren peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan.
“Masalahnya bukan tempat tidur, tapi adalah harus ada tenaga kesehatannya, tenaga kesehatannya terbatas. Kalau menambah tempat tidur itu gampang, tinggal pesan, cari, taroh,” kata Anies.
Untuk itu, Anies mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membantu penanganan Covid-19.
Caranya dengan mentaati dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabut, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan.
“Kita harus segera bersiap, harus segera rapatkan barisan, harus segera bertanggungjawab,” tuturnya.