Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Kasus Covid-19 di Jakarta Cetak Rekor Selama PPKM Darurat, Anies: Efeknya Tunggu 2 Minggu Lagi

Kasus Covid-19 harian di DKI beberapa kali mencetak rekor baru. Gubernur Anies menyebut dampak dari PPKM Darurat tak bisa langsung dirasakan

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ditemui di Balai Kota - Kasus Covid-19 harian di DKI beberapa kali mencetak rekor baru. Gubernur Anies menyebut dampak dari PPKM Darurat tak bisa langsung dirasakan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat bakal berakhir Selasa (20/7/2021) besok.

Sejak diterapkan pada 3 Juli lalu, angka kasus Covid-19 di ibu kota belum menunjukan tren penurunan.

TONTON JUGA

Alih-alih melandai, penambahan kasus Covid-19 harian di DKI Jakarta justru beberapa kali mencetak rekor baru.

Data dari Dinas Kesehatan, penambahan kasus Covid-19 di DKI harian mencetak rekor baru pada 12 Juli 2021 lalu, di mana ada 14.619 orang terpapar.

Terkait hal ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, dampak dari PPKM Darurat tak bisa langsung dirasakan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah Jumatan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (9/4/2021).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

"Karena yang kita lihat sebagai kasus baru hari ini adalah pengumuman hasil tes 3 sampai 4 hari lalu," ucapnya, Senin (19/7/2021).

"Sebelum tes dia merasakan gejala mungkin lima sampai seminggu yang lalu, tertular juga bisa jadi lima hari sebelumnya," tambahnya menjelaskan.

Baca juga: BST Cair Hari Ini, Warga Rela Antre Panjang di Pasar Induk Beras Cipinang Demi Dapatkan Rp600 Ribu

Baca juga: Sejak PPKM Darurat, Penumpang di Stasiun Tangerang Cuma 1.800, Biasanya Sampai Belasan Ribu

Untuk itu, Anies menyebut, efek dari PPKM Darurat ini baru bisa terasa dua pekan setelah kebijakan pembatasan mobilitas diterapkan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved