Breaking News:

Lawan Covid19

Kemendikbudristek Tunda Pembukaan Pembelajaran Tatap Muka Imbas Lonjakan Kasus Covid-19

Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri mengatakan, rencana pihaknya membuka pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas harus kembali ditunda

Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Suasana uji coba belajar tatap muka di SMKN 66 Jakarta untuk kelas 10, Jumat (9/4/2021) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri mengatakan, rencana pihaknya membuka pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas harus kembali ditunda akibat lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Dirinya tidak memungkiri bahwa situasi berubah dengan cepat.

Sebelumnya Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam konferensi pers SKB 4 Menteri, sempat menyatakan ada 35 persen daerah yang telah melaksanakan PTM terbatas.

Namun, setelah pemerintah pusat kembali menarik rem darurat akibat lonjakan kasus Covid-19, sekarang hanya sekitar 4 persen sekolah yang bisa melaksanakan PTM terbatas.

“(35 persen PTM) itu kemarin sebelum PPKM Darurat, tapi sekarang sudah berubah lagi. Jadi kira-kira hanya 4 persen yang bisa PTM. Situasinya sangat berubah. Kita mengikuti regulasi pemerintah,” ujar Jumeri di dialog FMB9, Kamis (22/7/2021).

Dalam Inmendagri Nomor 22 Tahun 2021, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, baik sekolah, Perguruan Tinggi, akademi, tempat Pendidikan atau Pelatihan dilakukan secara daring atau online selama PPKM level 4.

Jumeri mengatakan strategi Kemendikbudristek untuk mendorong PTM Terbatas mulanya didasari karena kesenjangan pembelajaran jarak jauh (PJJ) antara satu daerah dan daerah lainnya sangat nyata.

Walaupun sebenarnya pihaknya telah menyiapkan strategi PJJ dengan matang, misalnya dengan melatih para guru hingga menyediakan kuota belajar.

Namun, pihaknya menyadari, kalau terus menerus mempertahankan PJJ, dikhawatirkan hanya sekelompok masyarakat yang memiliki akses baik, yang akan mendapatkan kesempatan belajar dengan baik.

Baca juga: Dinas Pendidikan DKI Minta Pengurus Sosialisasi Hidup Sehat Saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Baca juga: Institusi Pendidikan di RI Didorong Mulai Gunakan Bahasa Inggris saat Belajar

Baca juga: Anggota DPRD: Sanksi Pelajar Tolak Vaksinasi Covid-19 Tak Bisa Ikut PTM, Hingga Larangan Ikut Ujian

Sedangkan kelompok yang lainnya yang kurang mendapatkan akses, kurang mendapatkan kesempatan pembelajaran dengan baik.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved