Antisipasi Virus Corona di DKI
Tak Perlu Tes Ulang Usai Jalani Isolasi 2 Pekan, Pemprov DKI: Pasien Covid-19 Bisa Beraktivitas
Pemprov DKI Jakarta menyebut, pasien Covid-19 yang sudah menjalani isolasi selama dua pekan tak perlu lagi melakukan tes Covid-19.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
Hasilnya, hal ini berpengaruh pada penurunan jumlah pasien covid yang dievakuasi menggunakan bus sekolah.
TONTON JUGA
Kepala Unit Pengelola Angkutan Sekolah DKI Jakarta, Ali Murtado mengatakan penurunan evakuasi menggunakan bus sekolah telah terlihat dalam seminggu terakhir.
"Mungkin berpengaruh, karena memang seminggu terakhir sudah alami penurunan. Dari grafik data juga sudah menurun sekali," katanya kepada TribunJakarta.com, Kamis (22/7/2021).
Bila sebelumnya jumlah titik penjemputan hampir menyentuh 40 titik.
Sejak seminggu terakhir sudah dibawah 20 titik dengan jumlah pasien dibawah 150 orang.
Baca juga: Temuan Cacing Hati, Pemeriksaan Postmortem Hewan Kurban di Jakarta Timur Berlangsung Hingga 23 Juli
Baca juga: Kemenko Maritim dan Investasi Ungkap 4 Faktor Pertimbangan Putus Relaksasi atau Pengetatan PPKM
Atas hal ini, pihaknya bisa sedikit bernapas lega lantaran personelnya juga sudah banyak yang berjatuhan atau terpapar.
"Alhamdulillah bisa tarik napas sedikit, karena saat giat evakuasi tinggi anggota saya banyak yang terpapar."
"Harapannya tentu sama dengan kebanyakan orang, agar corona cepat berlalu dan Jakarta segera pulih agar bisa bangkit."
"Tentunya diiringi dengan kepatuhan pada prokes yanf baik serta doa yang tidak boleh berhenti," tandasnya.
TONTON JUGA
Pasien sembuh naik
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi M Epid mengatakan kasus konfirmasi positif dan kasus sembuh Covid-19 dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tren yang baik.
Hal tersebut, lanjut dia, seiring dengan perbaikan sistem pencatatan dan pelaporan serta perbaikan pada laporan kematian yang sebelumnya tidak dilaporkan.
Kasus konfirmasi harian hari ini pada tanggal 21 Juli pukul 15.00, kata dia, berjumlah sebanyak 33.373 kasus konfirmasi positif.