Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Polisi Ancam Pidanakan Warga yang Masih Nekat Turun ke Jalan Tolak PPKM Level 4

Polrestro Jakarta Timur mengancam bakal menjerat warga yang melakukan demo menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kapolsek Ciracas Kompol Jupriono saat memberi keterangan terkait aksi demo PPKM Level 4 di Flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (23/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Polrestro Jakarta Timur mengancam bakal menjerat warga yang melakukan demo menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dengan hukuman pidana.

Ancaman disampaikan guna mencegah aksi demo sebagaimana dilakukan mahasiswa Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI di kolong Flyover Pasar Rebo pada Jumat (23/7/2021).

Kapolsek Ciracas Kompol Jupriono mengatakan setidaknya ada dua Undang-undang (UU) yang dapat digunakan menjerat warga peserta demo PPKM Level 4 secara hukum pidana.

"Dasarnya di UU Nomor 4 tahun 1984, kemudian UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan tidak diizinkan untuk berkumpul, menimbulkan kerumunan," kata Jupriono di Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (23/7/2021).

UU Nomor 4 tahun 1984 dimaksud mengatur tentang Wabah Penyakit Menular, sementara UU Nomor 6 Tahun 2018 dimaksud mengatur tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Baca juga: Polisi Bubarkan Demo Tolak PPKM di Pasar Rebo, Mahasiswa Ancam Bakal Lakukan Aksi Susulan

Baca juga: Mahasiswa Gelar Aksi Unjuk Rasa Tolak PPKM Level 4 di Flyover Pasar Rebo

Hanya saja Jupriono tidak menyebut pasal dan ancaman hukuman pidana penjara atau denda bagi warga yang dianggap mengganggu upaya pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Dia hanya menyebut bahwa jajarannya tidak mengamankan satu pun mahasiswa Unindra peserta aksi demo menolak PPKM Level 4 di kolong Flyover Pasar Rebo karena mahasiswa kooperatif.

"Saat ini tidak ada yang kita amankan karena memang adik-adik dari mahasiswa kooperatif menuruti apa yang kita sampaikan. Jangan sampai nanti terkena di area ranhah pidana," ujarnya.

Jupriono membenarkan sempat terjadi adu mulut hingga aksi saling dorong saat jajarannya dengan mahasiswa peserta aksi demo menolak PPKM Level 4 yang ditetapkan hingga 25 Juli 2021.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved