Limbah Medis Jarum Suntik di Tempat Sampah Sekolah di Depok, Begini Penjelasan Camat Tapos

Plt Camat Tapos angkat bicara terkait temuan limbah medis berupa jarum suntik di Cimpaeun, Kota Depok

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
Tangkapan layar
Layar tangkap limbah medis ratusan jarum suntik di tempat sampah yang viral usai diu8nggah oleh akun @depok24jam. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Plt Camat Tapos, Anwar Nasihin, angkat bicara terkait temuan limbah medis berupa jarum suntik di RT01/01, Cimpaeun, Kota Depok.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang menunjukan limbah medis jarum suntik berserakan ditemukan berserakan di lokasi tersebut, menjadi viral di media sosial.

Diunggah oleh akun instagram @depok24jam, hingga siang ini video tersebut telah disaksikan lebih dari 82 ribu kali, dan menuai lebih dari 300 komentar warganet.

Dalam video tersebut, nampak ratusan jarum suntik tersebut berada di dalam tempat sampah, namun tidak sedikit juga yang berserakan di bagian luarnya.

Baca juga: Limbah Medis Ratusan Jarum Suntik Ditemukan di Tapos Depok

“Saya dan teman gak sengaja nemuin bekas suntikan di tempat pembuangan sampah di kawasan RT01/RW 01 Cimpaeun, Tapos, gak jauh dari sekolah SMK negeri di area situ,” tulis caption dalam unggahan tersebut.

Tak lama kemudian, akun tersebut pun mengunggah video lanjutan yang menunjukan bahwa ratusan jarum suntik ini dimusnahkan dengan cara dibakar.

“Lapor min, bekas jarum suntik yang dibuang di Cimpaeun, Tapos, sudah dibakar pakai bensin sama ane, temen, sama penjaga sekolah,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Anwar menjelaskan bahwa limbah suntikan tersebut berada di tempat sampah SMK Negeri 1 Depok, yang menjadi lokasi vaksinasi massal pada tanggal 14 Juli 2021 lalu.

“Ada 1.537 peserta vaksinasi Covid-19 saat itu,” ujar Anwar dikonfirmasi wartawan, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Wakil Wali Kota Depok Ingatkan Warga yang Sehat Jangan Simpan Oksigen Medis

Anwar menjelaskan, vaksinasi massal tersebut sudah berjalan sesuai prosedur terkait pengelolaan sampahnya.

Sampah bekas vaksinasi massal tersebut seperti alat pelindung diri (APD), masker, dan jarum suntik, disimpan dalam kantong khusus berwarna kuning, dan nantinya akan diambil oleh pihak Satpol PP dan juga Puskesmas.

“Itu setelah pelaksanaan, sampah-sampah medis itu sudah dibawa sampai dua karung. Ternyata, ada yang tercecer karena disimpan di bawah bangku,” jelas Anwar.

Penyisiran pun dilakukan oleh petugas vaksinasi sebelum meninggalkan lokasi, namun ternyata ada beberapa dus berisi jarum suntik yang tercecer dan ditemukan oleh petugas kebersihan sekolah, hingga dibuang ke tempat sampah.

“Oleh petugas vaksin yang kita bentuk, semua sudah rapi, sudah disisir dan enggak ketemu, ternyata masih ada di bawah itu. Oleh pihak kebersihan sekolah, saat mereka lihat, dibuang ke tempat sampah,” tuturnya.

Baca juga: Wakil Wali Kota Depok Ingatkan Warga yang Sehat Jangan Simpan Oksigen Medis

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved