Warga Kena Tipu Rekrutmen Satpol PP Rugi hingga Puluhan Juta, Wagub DKI: Jangan Cepat Percaya

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal oknum Satpol PP gadungan yang menipu warga hingga puluhan juta rupiah.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal oknum Satpol PP gadungan yang menipu warga hingga puluhan juta rupiah. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal oknum Satpol PP gadungan yang menipu warga hingga puluhan juta rupiah.

Politisi Gerindra ini pun mengingatkan warganya untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan iming-iming jalur cepat dan instan.

TONTON JUGA

"Masyarakat mohon lebih berhati-hati, waspada terkait berbagai tawaran yang menarik dan instan. Jangan cepat percaya," ucapnya, Selasa (27/7/2021).

"Apalagi harus mengeluarkan sejumlah uang," tambahnya menjelaskan.

Sebagai informasi, oknum Satpol PP gadungan bernama Yosi Firdaus (YF) mematok harga hingga Rp25 juta kepada korbannya untuk menjadi pegawai kontrak Satpol PP DKI.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam kunjungan ke Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) DKI Jakarta, Kamis (8/7/2021).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam kunjungan ke Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) DKI Jakarta, Kamis (8/7/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH)

Aksi penipuan ini sudah dijalankan YF sejak Mei lalu dan total korbannya mencapai sembilan orang.

Bahkan, sembilan korban itu sudah beberapa kali menerima perintah dari YF untuk melakukan pengawasan protokol kesehatan di daerah Jakarta Timur hingga Jakarta Utara.

Baca juga: BLT Subsidi Gaji Cair Agustus 2021, Pekerja di Enam Wilayah Dapat Bantuan Langsung Tunai Rp 1 Juta

Baca juga: Tiga Perusahaan di Kota Bekasi Langgar PPKM Darurat Didenda Bayar Rp22.000.000

Baca juga: Pengunjung Restoran yang Makan di Tempat Hanya Boleh Tiga Orang, Waktunya Maksimal 20 Menit

Ariza mengakui, tawaran kerja seperti ini memang sangat menggiurkan, terlebih tak sedikit masyarakat yang terdesak masalah ekonomi imbas pandemi Covid-19.

"Di masa sulit seperti sekarang ini, memang selalu ada orang-orang yang mencari kesempatan untuk menipu. Jadi jangan cepat percaya, apalagi kalau harus mengeluarkan uang," ujarnya di Balai Kota.

Terpisah, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin menjelaskan, proses rekrutmen anggota Satpol PP biasanya digelar secara terbuka.

Dalam proses seleksinya pun, para kandidat tidak dipungut biaya sepeser pun.

"Biasanya itu kita buka penerimaan baru di akhir tahun, itu diumumkan dan proses seleksi dilakukan secara terbuka," kata dia.

"Semuanya gratis, enggak ada itu bayar-bayar," tambahnya menjelaskan.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved