Antsipasi Virus Corona di Tangerang

Datang ke Tangerang, Menteri Risma Ngomel Soal Bansos Disunat, Menteri Tito Minta Tim Khusus Tracing

Dua menteri datang langsung ke Kota Tangerang untuk mengevaluasi penanganan pandemi Covid-19, dari mulai soal tracing hingga distribusi bansos

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Istimewa
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan Menteri Sosial Tri Rismaharini di Kota Tangerang, Rabu (28/7/2021) 

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Penanganan pandemi Covid-19 di Kota Tangerang nampaknya menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

Selama dua hari berturut-turut dua pembantu presiden datang langsung ke wilayah satelit Ibu Kota itu.

Pada Selasa (27/7/2021), Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menemui Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah untuk mendapatkan laporan situasi terkini pandemi Covid-19.

Keesokan harinya, Rabu (28/7/2021), Menteri Sosial, Tri Rismaharini atau Risma, blusukan ke sejumlah titik di Kota Tangerang untuk meninjau langsung distribusi bantuan sosial tunai (BST).

Menteri Tito

Tito meminta Arief membentuk tim khusus tracing Covid-19, usai rapat di Kantor Pemerintah Kota Tangerang.

Tim khusus itu akan melacak kontak erat yang berinteraksi dengan warga yang terpapar Covid-19.

Menurut purnawirawan jenderal polisi itu, tracing atau pelacakan kasus Covid-19 membuat penanganan pandemi lebih cepat dan efektif.

"Sebenarnya melakukan tracing itu standarnya 15 orang yang ditracing siapa saja yang kontak dengan yang positif Covid-19. Itu untuk membendung, melokalisir, supaya tidak menyebar," ujar Tito

Tim khusus tersebut pun harus dipersenjatai oleh vitamin saat bertugas supaya tidak ikut terinfeksi virus ganas itu.

Baca juga: Selama PPKM Darurat, Jumlah Permintaan Pelayanan Paspor di Imigrasi Tangerang Merosot 90 Persen

Baca juga: Tak Dapat Sertifikat Vaksin Covid-19 dari PeduliLindungi dan SMS 1199 Usai Vaksinasi, Ini Solusinya

"Jangan sampai nanti dia (tim khusus) ikutan positif Covid-19. Kita enggak tahu dan masuk fase yang berat dan takutnya nanti penanganannya sudah terlambat," sambung Tito.

Pembentukan tim tracing itu dapat menggunakan dana yang berasal dari refocusing anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Pemkot Tangerang sebesar delapan persen.

"Nah, ini semua bisa digunakan dari anggaran refocusing delapan persen," ujar Tito.

Saat merekrut anggota tim khusus tracing itu, Pemkot Tangeang dapat membuka lowongan melalui daring.

Tito justru tidak ingin, tim khusus tracing diambil dari tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas, rumah sakit ataupun TNI dan Polri.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved