Breaking News:

Gara-gara PPKM, Jumlah Penumpang di Terminal Poris Plawad Tangerang Menurun Drastis

Jumlah penumpang di Terminal Poris Plawad Kota Tangerang merosot drastis selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat kemarin.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Suasana di Terminal Poris Plawad Tangerang, Rabu (5/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Jumlah penumpang di Terminal Poris Plawad Kota Tangerang merosot drastis selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat kemarin.

Kepala Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, Alwien Athena mengatakan, jumlah penumpang yang berangkat dari terminal tersebut berkurang 60 sampai 70 persen.

"Kalau biasanya penumpang dimasa normal berkisar 400-700 penumpang, saat PPKM ini penumpang paling sekitar 170-200-an orang perhari," ujar Alwien, Sabtu (31/7/2021).

Bahkan, menurutnya, pernah dalam satu hari yang berangkat dari Terminal Poris Plawad hanya 98 orang.

Tidak hanya penumpang, jumlah armada bus yang berangkat dari Terminal Poris Plawad pun berkurang sangat drastis.

"Paling dalam satu hari hanya 70 bus dari 130 bus, dan rute yang masih ada penumpangnya adalah rute timur ke arah Madura dan Jawa serta ke Padang dan Sumatera," ujar Alwien.

Pasalnya, peraturan wajib membawa surat vaksin Covid-19 minimal dosis pertama juga hasil swab PCR dengan hasil negarif jadi biang keroknya.

Peraturan itu terulis di dalam Surat Edaran (SE) Menhub Nomor 43 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Darat.

Baca juga: 1,3 Juta Warga Jawa Barat Dapat Vaksin di DKI Jakarta

Baca juga: BOR di Kota Tangerang Terus Menurun, Pasien Covid-19 Diimbau Isolasi Mandiri di Fasilitas Pemerintah

Baca juga: Menteri PPPA Bintang Puspayoga Tinjau Kegiatan Vaksinasi di Petak Enam Glodok

"Untuk pintu keluar masuk terminal kita perketat. Dimana setiap pintu Keluar masuk akan dijaga petugas baik dari petugas Kemenhub, juga dapat bantuan dari TNI dari Yonif 203 Jatake. Jadi setiap bus yang keluar akan diperiksa petugas kalau memang tidak membawa persyataran yang ditentukan maka penumpang akan diturunkan," papar Alwien.

Ia menegaskan, berdasarkan aturan, penumpang tidak diperkenankan untuk naik di luar terminal.

Alias, penumpang wajib naik dan turun di dalam terminal.

"Kalau aturannya memang seluruh penumpang itu naik dan turunnya melalui terminal resmi dan tidak diizinkan diluar terminal termasuk di agen-agen resmi," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved