Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

30 Persen yang Divaksin Ternyata Warga Non-DKI, Wagub Ariza Minta RT/RW Sisir Warga Belum Divaksin

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta seluruh jajarannya untuk menyisir warga yang belum mendapatkan vaksin Covid-19.

TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta seluruh jajarannya untuk menyisir warga yang belum mendapatkan vaksin Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta seluruh jajarannya untuk menyisir warga yang belum mendapatkan vaksin Covid-19.

Pasalnya, 30 persen dari 7,5 juta orang yang sudah divaksin di Jakarta ternyata bukan warga ibu kota.

TONTON JUGA

Mayoritas mereka merupakan warga yang tinggal di wilayah penyangga, namun setiap harinya bekerja di Jakarta.

“Semua warga Jakarta sedang disisir, wali kota, camat, lurah, hingga RT/RW menyisir warga Jakarta yang belum divaksin untuk divaksin,” ucapnya, Selasa (3/8/2021).

Orang nomor dua di DKI Jakarta ini pun mengingatkan warganya yang belum divaksin untuk mendatangi sentra-sentra vaksinasi yang sudah disiapkan pemerintah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Senin (26/4/2021).
 
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Senin (26/4/2021).   (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA)

“Kami ingin warga DKI yang belum divaksin segera hadir di tempat-tempat pelaksanaan vaksin,” ujarnya di Balai Kota Jakarta.

Dengan semakin banyaknya warga divaksin, Ariza berharap, kekebalan massal atau herd immunity bisa segera terbentuk.

Baca juga: PPKM Level 4 di Tangsel Tetap Diperpanjang, Harapan Benyamin Pupus: Warga Diminta Taat Prokes

“Kami ingin memastikan kesehatan dan keselamatan warga, makanya kami ingin mendorong percepatan vaksin,” kata Ariza.

Terlebih, Pemprov DKI bakal menjadi surat atau sertifikat vaksin sebagai syarat berkegiatan di ibu kota.

Masyarakat nantinya bakal dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu hijau untuk masyarakat yang sudah selesai vaksinasi, kuning bagi warga yang baru satu kali mendapat vaksin Covid-19, dan merah bagi masyarakat yang belum divaksin.

TONTON JUGA

Nantinya, masyarakat yang sudah divaksin lengkap diizinkan beraktivitas di mana pun.

Sedangkan, warga yang belum divaksin diminta tetap berada di rumah lantaran berisiko tinggi bila terpapar Covid-19.

“Dengan kewajiban sertifikat vaksin ini juga mudah-mudahan bisa mendorong masyarakat untuk lebih cepat lagi melaksanakan vaksin,” tuturnya.

Baca juga: Gubernur Anies dan Pangdam Jaya Resmikan Sentra Vaksinasi Serviam di Santa Ursula

Surat Vaksin Covid-19 Tak Bisa Dipalsukan

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan, surat vaksinasi Covid-19 tidak bisa dipalsukan.

Hal ini disampaikan Ariza menanggapi surat vaksinasi Covid-19 yang bakal dijadikan syarat masyarakat berkegiatan di ibu kota.

TONTON JUGA

“Insya Allah sertifikasi (vaksin) tak bisa dipalsukan,” ucapnya di Balai Kota, Selasa (3/8/2021).

Politisi Gerindra ini menjelaskan, surat vaksinasi itu tak bisa dipalsukan lantaran memiliki kode yang bisa langsung terhubung dengan database milik Kementerian Kesehatan.

“Ada QR Code jadi tidak bisa dipalsukan,” ujarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Senin (26/4/2021).
 
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Senin (26/4/2021).   (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA)

Dengan demikian, petugas tinggal memindai QR Code tersebut guna mengetahui keaslian surat vaksin.

Pasalnya, data diri pemilik sertifikat vaksin bakal langsung keluar begitu QR Code yang ada di surat tersebut dipindai.

Baca juga: PPKM Level 4 di DKI Diperpanjang, Pedagang Bendera Merah Putih di Jatinegara Cemas Omzet Turun

“Karena kan sudah terintegrasi dengan sistem digital kami, dengan sistem peduli lindungi juga,” kata Ariza.

Untuk berkegiatan di Jakarta, Pemprov DKI nantinya bakal membagi masyarakat menjadi tiga kelompok sesuai.

Pertama, kelompok hijau untuk warga yang sudah dua kali divaksin, kuning bagi masyarakat yang baru mendapat vaksinasi dosis pertama, dan merah untuk warga yang belum divaksin.

Untuk mengecek status vaksin warga, masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi Jakarta Kini (JAKI).

"Nanti aplikasi JAKI akan memudahkan, tinggal masukan nomor induk kependudukan, lalu akan muncul," ucap Gubernur Anies Baswedan di Polda Metro Jaya, Minggu (1/8/2021).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menjelaskan, warga dengan status hijau bisa beraktivitas di mana saja.

Sedangkan, warga berstatus merah diminta untuk tetap berada di rumah lantaran berisiko tinggi bila terpapar Covid-19.

Baca juga: Ledakan di Stasiun LRT Jakarta Pegangsaan Dua, Polisi Lakukan Penyelidikan: Saksi Dengar Dentuman

Pengecualian diberikan bagi warga yang belum bisa divaksin karena alasan medis maupun penyintas Covid-19 yang membutuhkan jeda waktu vaksinasi.

Bagi masyarakat yang masuk pengecualian, mereka hanya perlu membawa surat keterangan dokter yang menyatakan belum bisa divaksin.

Sementara bagi warga yang tidak dikecualikan, wajib menunjukan surat vaksin bila ingin berkegiatan, mulai dari mendatangi tempat umum hingga cukur rambut.

Lalu bagaimana bila surat vaksin hilang atau rusak? 

Masyarakat bisa mengunduh ulang dan mencetak ulang lewat aplikasi JAKI.

Caranya pun sangat mudah.

Simak di sini langkahnya: 

1. Buka Aplikasi JAKI;

2. Klik banner pendaftaran vaksinasi Covid-29;

3. Isi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nama lengkap (pendaftar 12-17 tahun dapat melihat NIK pada Kartu Keluarga);

Baca juga: PPKM Level 4 di DKI Diperpanjang, Pedagang Bendera Merah Putih di Jatinegara Cemas Omzet Turun

4. Klik lihat sertifikat vaksinasi (data langsung terkonfirmasi dengan aplikasi PeduliLindungi);

5. Simpan/cetak sertifikat vaksin sebagai bukti telah divaksin.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved