Sisi Lain Metropolitan
Bantu Sesama Disaat Pandemi, Sejumlah Pemuda di Depok Bikin Rak Berbagi untuk Warga
Sejumlah kantong plastik berisi aneka sayur mayur dan bahan pangan lainnya digantung di rak berbahan kayu sederhana.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Kesulitan di tengah pandemi tak membuat jiwa solidaritas antar warga luntur.
Sejumlah pemuda di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok tergerak membantu warga dengan membuat rak berbagi.
Ide itu terlintas saat mereka tengah menonton bareng pertandingan Euro 2020 silam.
Di pagar rumah David (40), salah satu pemuda di RT 004 RW 005 Sukamaju, rak berbagi itu berdiri menghadap Jalan Al Muwahiddin.
Sejumlah kantong plastik berisi aneka sayur mayur dan bahan pangan lainnya digantung di rak berbahan kayu sederhana.
Warga yang melintas di jalan tersebut boleh mengambil kantong plastik yang ada di rak secukupnya.
Menurut salah satu pemuda, Rusdiana (26), rak berbagi ini bermula dari obrolan saat ia sedang nongkrong bersama ketujuh temannya di awal Juli kemarin.
Saat itu, kasus Covid-19 sedang melonjak tinggi. Banyak warga di kampungnya yang turut terdampak. Apalagi, tak sedikit warga di sana yang sudah berstatus janda, pengangguran bahkan anak yatim piatu.
Berkaca dari kondisi tersebut, para pemuda tergerak membantu mereka dalam mencukupi kebutuhan hidup.
Yana, biasa Rusdiana dipanggil, Ricardo (30), Dadan (30), Andre (37), Eko (38), Maddy (38), David (40) dan Vizal (44) akhirnya membuat rak secara gotong royong.
Baca juga: Sejarah Persija Jakarta Hari Ini, Marko Simic Cs Ditahan Imbang Arema FC di GBK
Rumah David dipilih sebagai tempat rak berbagi lantaran posisinya berada di persimpangan jalan dan sering dilalui oleh banyak warga.
"Awal tercetus idenya itu saat kami lagi nonton Euro bersamaan dengan kasus Covid yang sedang tinggi. Kami punya ide bikin rak untuk berbagi. Di situ, warga bisa berbagi atau mengambilnya," ungkapnya kepada TribunJakarta.com di lokasi pada Selasa (3/8/2021).
Sebenarnya, sebagian dari pemuda ini juga terdampak pandemi Covid-19. Mereka tak bisa bekerja imbas aturan pemerintah.
Misalnya saja, Yana dan David yang bekerja di bidang jasa dekorasi pernikahan mengaku sepi panggilan.