Cerita Kriminal

Motor Nakes Ini Hilang Usai Bantu Warga Vaksin Covid-19, Kendaraan Kado dari Suami karena Lulus CPNS

Hari Kamis pagi menjadi hari terakhir Tri Ratnasari (31) melihat motor scoopy-nya yang diparkir di depan Puskesmas Cipete Selatan, Cilandak, Jaksel

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Tampak depan Puskesmas Cipete Selatan pada Jumat (6/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Hari Kamis pagi menjadi hari terakhir Tri Ratnasari (31) melihat motor scoopy-nya yang diparkir di depan Puskesmas Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan. 

Perempuan yang berprofesi sebagai bidan itu menjadi korban pencurian motor setelah pulang memberikan vaksin warga di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Taman Gajah siang hari pada Kamis (5/8/2021) lalu.

TONTON JUGA

Sekitar pukul 07.30 WIB, ia memarkirkan motor di depan puskesmas lalu absen sebelum berangkat ke Taman Gajah.

Setelah selesai kegiatan vaksinasi, ia pulang bersama rekan-rekannya naik mobil ke puskesmas dalam kondisi hujan deras.

Tak biasanya, ia melihat ke arah parkiran motor yang berada di depan puskesmas.

Tampak depan Puskesmas Cipete Selatan pada Jumat (6/8/2021).
Tampak depan Puskesmas Cipete Selatan pada Jumat (6/8/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

"Pas turun dari mobil, jarang-jarang saya lihat ke arah parkiran. Pas dilihat, kok enggak ada motor saya," ujarnya saat ditemui TribunJakarta.com di lokasi pada Jumat (6/8/2021).

"Yaudah setelah memindahkan barang-barang vaksin ke dalam, saya cek lagi. ternyata udah enggak ada," tambahnya.

Baca juga: Kepala Rutan Kelas I Depok Ditangkap karena Penyalahgunaan Narkoba, Arman Depari: Jauhi Narkoba!

Ratna bertanya kepada petugas keamanan dan teman-temannya tentang keberadaan motornya.

Namun, mereka tidak ada yang 'ngeh'. 

Sayangnya lagi, kamera CCTV di sekitar lokasi tak berfungsi.

Alhasil, tak ada bukti si pelaku sedang menggarong motornya.

Tampak depan Puskesmas Cipete Selatan pada Jumat (6/8/2021).
Tampak depan Puskesmas Cipete Selatan pada Jumat (6/8/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

"Kendalanya CCTV off semua. Tanya ke rumah depan kondisi CCTV mereka juga rusak. Saya bingung, jadi enggak bisa ditelusuri lewat CCTV," lanjutnya. 

Alarm motornya dimatikan sehingga tak ada orang di sekitar yang mencurigai saat pelaku beraksi. 

Selain itu, tempat parkir Puskesmas Cipete Selatan berada di pinggir jalan sehingga memudahkan pelaku mencuri sepeda motor Ratna

Ratna sempat mendengar bahwa sebelumnya tempat parkir puskemas berada di seberang lahan yang berpagar.

Baca juga: Pengusaha Bekasi Kembangkan Platform Khusus Gamers, Bisa Top Up Voucher Tanpa Khawatir Kena Tipu

Namun, lahan kosong itu sudah lama tidak boleh digunakan untuk tempat parkir karyawan.

Ratna lalu membuat laporan pencurian dengan nomor STBL/413/b/VIII/2021/Polsek Cilandak di Polsek Cilandak. 

Kado Lulus CPNS

Motor Scoopy bernomor polisi B 6374 ZRJ itu merupakan hadiah dari sang suami lantaran Ratna lulus tes CPNS tahun kemarin. 

"Karena itu kado ya. Hadiah dari suami kebetulan saya tahun kemarin lulus CPNS," cerita Bidan yang baru berdinas 2 bulan di Puskesmas Cipete Selatan.

Baca juga: Terkuak Aksi ABG Tukang Jagal Ayam Habisi PSK, Polisi: Dia Sudah Biasa Lihat Nyawa Dihilangkan

Sebenarnya, Ratna sudah jarang menggunakan motor untuk bekerja.

Ia beralasan malas dan lebih sering memilih tranportasi online. 

Namun, Ratna belakangan sering membawa motor usai diberikan kado itu dari suami. 

"Yaudah saya bawa motor lagi ke puskesmas. Eh, malah hilang," tambahnya.

Temui Titik Terang

Kabar pencurian ini menemui titik terang bagi Ratna.

Soalnya, semalam setelah kejadian pihak kepolisian menghubungi Ratna.

Baca juga: Saat Air Mata Skuad Persija Jakarta Menetes Jelang Latihan Bersama Lagi

"Semalem itu ada orang Polda telfon minta difotoin surat tanda bukti laporan dari Polsek Cilandak," katanya. 

Pihak Polda Metro Jaya mengatakan bahwa pelaku sudah dibekuk jajarannya. 

Mereka masih mengembangkan lagi kasus itu.

Ratna melanjutkan pihak sekuriti puskesmas juga sudah melihat wajah pelaku. 

"Sekuriti sempat melihat tersangka yang udah ditangkep dan dimasukkin mobil."

"Katanya sempat mau bobol motor vario di sebelah motor saya tapi gagal. Akhirnya, motor saya yang dibobol. Kondisi wajah pelaku sih sudah babak belur," ujarnya. 

Ratna berharap motor seharga Rp 20 juta itu bisa kembali lagi meski info yang diterima motornya sudah diserahkan ke penadah. 

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved