Human Interest Story

Kisah Duka Relawan Oksigen, Terima Kabar Sedih Saat Antar Tabung ke Rumah Pasien

Relawan pencari oksigen, Parbohadi bercerita saat dirinya menerima kabar duka saat bertugas. Simak kisah dirinya saat dihubungi keluarga pasien Covid.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Yogi Jakarta
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFEDA
Ilustrasi: Relawan pencari oksigen, Parbohadi bercerita saat dirinya menerima kabar duka saat bertugas. 

Arima Gas Oxygen yang terletak di Jalan Pramuka, Senen, Jakarta Pusat, telah menurunkan harga isi ulang pada tiap-tiap ukuran tabung.

“Awal Juli kita jual Rp 40.000 untik ukuran tabung 1 meter kubik. Sekarang kita jual Rp 25.000. Untuk isi ulang ukuran tabung 6 meter kubik, pada awal Juli kita jual Rp 130.000, sekarang hanya Rp 65.000. Selisih dua kali lipat,” kata Deden, Minggu (8/8/2021).

Baca juga: 65 Kilogram Ganja Termasuk Narkoba Milik Si Pengendap Tabung Oksigen di Tangerang Dimusnahkan

Selain penurunan harga, Deden mengatakan dampak kasus Covid-19 yang terus meyusut di wilayah DKI Jakarta juga berpengaruh pada penurunan jumlah permintaan.

Sebelumnya, Arima Gas Oxygen bisa menghabiskan 25 tabung oksigen ukuran 7 meter kubik hanya dalam waktu dua jam.

Namun, belakangan ini Arima Gas Oxyen hanya bisa menghabiskan 10 tabung oksigen ukuran 7 meter kubik setiap harinya.

Sebab permintaan yang menurun, jam operasional Arima Gas Oxygen kembali pada jadwal semula.

“Untuk jam operasional kita kembali normal. Buka Pukul 08.00 WIB dan tutup pukul 20.00 WIB dan menghabiskan 10 tabung sehari,” jelas Deden.

Stok oksigen di Arima Gas Axygen saat ini terbilang aman. Untuk ukuran tabung 7 meter kubik saja, gerai ini memiliki 50 tabung.

Deden pun mengaku, walau jumlah permintaan menurun, para pembeli yang datang masih cukup banyak namun tidak menimbulkan antrean panjang.

“Kalau awal-awal Juli paling parah. Sampai ngantre panjang. Selang dua minggu kemudian sudah mulai menurun,” ucap Deden.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Murka Ada Oknum Pedagang Jual Tabung Oksigen dengan Harga Fantastis 

Deden pun menyebut, komsumen yang meminta isi ulang tabung oksigen ukuran 1 meter kubik sudah jarang.

Saat ini, para konsumen lebih banyak menggunakan tabung ukuran 6 meter kubik.

“Ukuran 1 meter kubik karena dia portable, bisa dibawa kemana-mana. Kalau untuk pemakaiannya, mungkin agak lebih cepat. Jadi rata-rata sekarang yang isi ulang itu ukuran 6 meter kubik yang bisa tahan selama dua hari. Kalau 1 meter kubik itu kan cukup cepat habis,” ujar Deden.

Hal yang sama juga dirasakan gerai Budhi Gas yang juga berada di kawasan Jalan Pramuka, Senen, Jakarta Pusat. Salah satu pegawai di gerai Budhi Gas, mengaku permintaan isi ulang oksigen mengalami penurunan. “Sudah sepi, tidak seramai dulu. Paling sehari datang beberapa orang saja,” ujarnya Minggu (8/8).

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Permintaan Isi Ulang Oksigen Mulai Sepi, Pemilik Usaha Turunkan Harga Hingga Dua Kali Lipat dan  di TribunLampung.co.id dengan judul Kisah Relawan Pencari Oksigen di Jawa Timur, Ditelepon di Jalan, Pasien Sudah Meninggal,

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved