Kasus Suntik Vaksin Kosong Berakhir Damai, Perawat EO Lolos dari Sanksi Kode Etik

Ketua DPD PPNI Jakarta Utara Maryanto mengatakan, keputusan tidak adanya sanksi kode etik karena berakhir damai

Editor: Erik Sinaga
Dokumentasi Polres Metro Jakarta Utara
EO, perawat yang dijadikan tersangka dalam kasus penyuntikan vaksin kosong di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (10/8/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jakarta Utara, tidak akan memberi sanksi kode etik terhadap perawat EO, yang lalai menyuntikkan vaksin kosong.

Ketua DPD PPNI Jakarta Utara Maryanto mengatakan, keputusan tidak adanya sanksi kode etik tersebut disebabkan kasus itu berakhir damai.

"DPD PPNI Jakarta Utara tidak menjatuhkan sanksi kode etik terhadap EO lantaran telah mencapai kesepakatan damai," kata Maryanto, Kamis (12/8/2021).

DPD PPNI Jakarta Utara juga mengapresiasi langkah Polres Metro Jakarta Utara yang menghentikan kasus itu, dengan keluarnya surat perintah penghentian penyidikan (SP3).

Baca juga: Akhir Kasus Perawat Penyuntik Vaksin Kosong di Pluit Setelah Korban Memaafkan Pelaku

"Mengapresiasi kepada pihak kepolisian, karena sejak awal kami (PPNI Jakarta Utara) mendukung langkah Polri dalam mengungkap kasus ini," ujar Maryanto.

Meski begitu, pihaknya juga memberi dukungan moril dan menjanjikan perlindungan hukum bagi EO, untuk mengantisipasi apabila instansi klinik tempat EO bekerja menjatuhkan hukuman.

Tangkapan layar unggahan viral suntik vaksin kosong terhadap remaja di sekolah di kawasan Pluit, Jakarta Utara
Tangkapan layar unggahan viral suntik vaksin kosong terhadap remaja di sekolah di kawasan Pluit, Jakarta Utara (Istimewa)

"Kami akan berikan advokasi kepada EO apabila itu terjadi.”

“Kami pastikan EO tetap bekerja dan berkarya sebagai perawat yang membantu pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam penanggulangan pandemi Covid-19," sambungnya.

Baca juga: Belajar dari Kasus Perawat Suntik Vaksin Covid-19 Kosong di Pluit, Korban dan Polisi Maafkan Pelaku

Perawat EO sudah tidak lagi berstatus sebagai tersangka dalam kasus penyuntikan vaksin kosong yang terjadi di sebuah sekolah di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan mengatakan, kasus suntik vaksin kosong ini dihentikan setelah mediasi antara EO, korban, dan penyelenggara vaksinasi.

Baca juga: Status Tersangka Perawat EO Terkait Kasus Vaksin Kosong Dihentikan

Guruh mengatakan, pada mediasi yang dilakukan pada Selasa (10/8/2021) malam, EO kembali menyampaikan permintaan maaf kepada korban, BLP, maupun orang tuanya, dan sudah diterima.

"Sudah ada kesepakatan terlapor minta maaf, kemudian korbannya sudah memaafkan."

"Kalau sudah menyadari semua, kita anggap sudah selesai," ucap Guruh, Rabu (11/8/2021).

Penulis: Junianto Hamonangan

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Berakhir Damai, PPNI Jakut Tak Berikan Sanksi Kode Etik kepada EO yang Lalai Suntikkan Vaksin Kosong

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved