Breaking News:

Cerita Kriminal

Pemuda Pengangguran Rampok Minimarket di Cisauk Demi Nafkahi Keluarga, Begini Nasibnya Kini

Bermodal pisau bentuk sangkur, Supriyatna gelap mata dan nekat merampok minimarket.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi. Supriyatna merampok minimarket di Cisauk karena tekanan ekonomi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CISAUK - Kondisi ekonomi yang menekan keluarga, membuat Supriyatna gelisah dan merasa harus berbuat sesuatu.

Namun pria 26 tahun itu tak memiliki pekerjaan, ruang bergerakpun terbatas.

Sementara keluarga di rumah butuh makan menyambung hidup.

Baca juga: Wanita Mencuri Satu Lusin Kaos Milik Pedagang di Tanah Abang, Dimasukkan ke dalam Daster

Bermodal pisau bentuk sangkur, Supriyatna gelap mata dan nekat merampok minimarket.

Niat baik dengan cara yang salah itu dilakukannya pada Minggu (8/8/2021), sekira pukul 19.30 WIB ketika minimarket hampir tutup.

Kronologi sebelum perampokan di atas disampaikan oleh Kanit Reskrim Polsek Cisauk. Iptu Margana melalui sambungan telepon, Jumat (13/8/2021).

Baca juga: Jadwal dan Spoiler One Piece 1018: Terungkap Alasan Shanks Mencuri Buah Iblis Monkey D Luffy

"Jadi tersangka ini sendirian. Dia datang ke TKP di Alfamart Suradita jam 19.30 WIB. Kemudian dia sudah menyiapkan alat berupa sebilah pisau sangkur menyerupai pisau sangkur," kata Margana.

Supriyatna berpura-pura menjadi pelanggan yang hendak berbelanja.

Namun beberapa saat kemudian, Supriyatna bergerak ke kasir dan menodongkan sangkurnya ke pegawai seraya meminta semua uang dalam laci.

"Memang saat itu situasinya sedang sepi, di situ hanya ada dua karyawan terakhir."

"Hingga kasir ketakutan mengeluarkan uang dari meja kasir diberikan kepada tersangka," papar Margana.

Baca juga: Niat Mencuri Buat Main Game tapi Tak Temukan Uang, Siswa SMP Kesal Lalu Bakar Rumah Tetangga

Setelah Supriyatna kabur, petugas keamanan sekitar minimarket menghubungi Polsek Cisauk.

Anggota Reskrim Polsek Cisaukpun mengejar Supriyatna dan berhasil meringkusnya.

Saat diinterogasi, Supriyatna mengaku motifnya tidak lain adalah tekanan ekonomi.

Keluarga Supriyatna hidup dalam keadaan miskin. Margana menyebutnya dengan kata memprihatinkan.

Baca juga: Selain Menjadi Driver Ojek Online, Ali Juga Punya Kebiasaan Mencuri Ponsel

"Dia sih faktor ekonomi untuk kebutuhan hidup. Tersangka sendiri pengangguran. Memang keluarganya pun kondisinya ya memprihatinkan lah saya bilang, keluarga tersangka ini. Maksudnya ekonomi pas pas an gitu," paparnya.

Namun hukum tetaplah hukum, atas aksinya merampok minimarket, Supriyatna dijerat pasal 368 KUHPidana tentang pemerasan.

Kini Supriyatna mendekam di sel tahanan Polsek Cisauk guna proses penyidikan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved