Perkara Nasi Kotak Setelah Upacara, 2 Anggota Satpol PP Berduel Hingga TNI Turun Tangan
Perkara nasi kotak memicu duel dua anggota Satpol PP di Pamekasan, Madura, Jawa Timur pada Selasa 17 Agustus 2021. TNI sampai turun tangan melerai.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Yogi Jakarta
"Keduanya terlihat sama-sama emosi dan saling pukul," kata Arifin.
Tak lama kemudian, anggota TNI yang juga ikut sebagai peserta upacara datang dan melerai perkelahian tersebut.
"Tak ada yang berani melerai perkelahian itu. Yang ada hanya teriakan untuk berhenti dari sesama anggota Satpol PP. Untung ada TNI yang melerai hingga perkelahian berakhir," ujar Arifin.
Kepala Satpol PP Pamekasan, Ahmad Kusairi, belum memberikan respons saat dikonfirmasi.
Baca juga: Satpol PP Pantau Kinerja Dokter, Nakes Justru Merasa Risih: Tak Perlu Ajari Kami Bertanggung Jawab
Peristiwa Lain
Ketua Apeksi Ingatkan Satpol PP Tegas Disertai Kasih Sayang

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Bima Arya menekankan Satpol PP merupakan unit strategis dalam penegakan peraturan daerah.
Menurut Bima Arya, ketegasan Satpol PP terhadap masyarakat ataupun pelaku usaha di lapangan harus disertai rasa kasih sayang.
“Ketegasan tanpa kasih sayang adalah kezoliman, namun kasih sayang tanpa ketegasan adalah kelemahan," ujar Bima saat pelatihan virtual Satpol PP, Sabtu (7/8/2021).
Baca juga: Satpol PP Tanjung Priok Bagikan Paket Sembako untuk PKL yang Patuh Aturan Selama PPKM Level 4
Kata Bima, ketegasan dan kasih sayang sama-sama dibutuhkan dalam krisis dan kesulitan khususnya di situasi pandem Covid-19.
"Para pamong Praja Wibawa harus menegakkan disiplin protokol kesehatan di tengah-tengah keseharian warga dan pelaku usaha yang bertahan hidup," tuturnya.
Mendagri Minta Satpol PP Utamakan Tindakan Persuasif

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta Satpol PP mengutamakan tindakan persuasif dibandingkan koersif dalam menegakkan aturan PPKM.
Mendagri membandingkan Satpol PP tak ubahnya seperti preman, jika perilaku saat melakukan penertiban dengan menggunakan kekerasan.
“Jangan samakan Satpol-PP dengan preman. Ini baju saja yang keren, tapi etika dan perilaku seperti preman, tidak boleh terjadi,” kata Tito saat memberikan pengarahan pada Kepala Satpol-PP Provinsi dan Kab/Kota seluruh Indonesia secara virtual, Senin (19/7/2021).
Baca juga: Satpol PP Bubarkan Resepsi Pernikahan di Menteng, Camat: Jangan Coba-coba Melawan Aturan PPKM