Tak Ada Laporan Warga, Satpol PP Copot Selebaran Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit di Cijantung

Satpol PP Jakarta Timur bakal menertibkan selebaran 'Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit' yang ditempel di Halte Kusuma Negara, Kelurahan Cijantung.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
k selebaran yang ditempel di Halte Kusuma Negara, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (21/8/2021).  

Meski selebaran dengan kalimat 'Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit' di Halte Kusuma Negara hanya satu, tapi ada selebaran dengan pesan serupa terkait penanganan pandemi Covid-19 di lokasi.

Satu bertuliskan 'Berani Membatasi Harus Menghidupi. Negara Jangan Lepas Tanggung Jawab' yang di bagian bawahnya terdapat ilustrasi tampak seorang anak bersama ibunya.

Sang anak laki-laki tampak duduk menatap kosong, sementara ibunya terbaring tepat di depannya seolah tidak berdaya dan sedang menanti bantuan, di bawah ilustrasi tersemat kata 'Dirgahayu'.

"Bagus-bagus saja sih pesannya menurut saya, enggak provokator mengajak warga melawan pemerintah. Ini masih wajar sebatas kritik ya. Kalau dibilang bikin kotor ya semua Halte sekarang juga enggak ada yang bersih," tutur Didi menanggapi.

Selebaran lain di Halte Kusuma Negara bertuliskan 'Kalian bisa saja menghapus mural atau menyobek-nyobek selebaran. Tapi ingat, kalian tidak pernah bisa menghapus alasan kenapa sampai mural dan selebaran itu ada'.

Selebaran yang ditempel di Halte Kusuma Negara, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (21/8/2021).
Selebaran yang ditempel di Halte Kusuma Negara, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (21/8/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Jarak ketiga selebaran yang ditempel di Halte Kusuma Negara itu hanya terpaut sekitar dua meter, dua ditempel di tembok pembatas dan satu di bagian tiang penyangga Halte.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved