Antisipasi Virus Corona di DKI

PPKM Level 4 di Jakarta Berakhir Besok, Begini Rencana Kelanjutannya Kata Wagub Ariza

Masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di DKI Jakarta bakal berakhir besok, Wagub DKI bicara soal rencana kedepannya

Tribunjakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Wagub DKI Ahmad Riza Patria saat ditemui di gedung DPRD DKI - Masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di DKI Jakarta bakal berakhir besok, Wagub DKI bicara soal rencana kedepannya 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di DKI Jakarta bakal berakhir besok, 23 Agustus 2021.

Pemprov DKI Jakarta pun kini masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

"Kami tunggu kebijakan pemerintah pusat terkait perpanjangan PPKM," ucapnya, Minggu (22/8/2021).

Politisi Gerindra ini menyebut, Pemprov DKI tak memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan soal perpanjangan PPKM Level 4 ini.

Sebab, hal ini merupakan kewenangan pemerintah pusat berdasarkan kondisi penyebaran Covid-19 di masing-masing wilayah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat meninjau lokasi donor GP NasDem DKI, Jumat (13/8/2021).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (ISTIMEWA)

"Mudah-mudahan kebijakan yang diambil nanti sesuai dengan harapan kita bersama," ujarnya.

Walau penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta sudah mulai melandai, namun ibu kota masih berstatus level 4.

Baca juga: Keterisian BOR RS Rujukan Covid-19 di Jakarta 23 Persen, Wagub Ariza: Mayoritas Diisi Warga Non DKI

Pasalnya, tingkat keterisian atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 masih menjadi salah satu indikator penilaian.

"Jakarta belum turun dari level 4 karena di Jakarta ini BOR-nya, ICU-nya masih diisi warga non DKI," kata dia.

"Kami mengerti memahami penilaian dari pemerintah pusat, kami laksanakan penuh tanggung jawab," tambahnya menjelaskan.

Sebagai informasi, DKI Jakarta hingga kini masih menerapkan PPKM Level 4.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam kunjungan ke Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) DKI Jakarta, Kamis (8/7/2021).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam kunjungan ke Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) DKI Jakarta, Kamis (8/7/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH)

Walau demikian, sejumlah pelonggaran sudah mulai dilakukan di ibu kota, seperti pembukaan mal atau pusat perbelanjaan hingga restoran yang boleh lagi melayani makan di tempat atau dine in.

Anies Baswedan Tambah Kapasitas Mal dan Tempat Ibadah

Pelonggaran aturan kembali dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama masa PPKM Level 4 hingga 23 Agustus 2021 mendatang.

Hal ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 987 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4.

Dalam aturan yang dibuatnya itu, Anies Baswedan menambah kapasitas pengunjung pusat perbelanjaan atau mal menjadi 50 persen.

"Diizinkan beroperasi 50 persen pada pukul 10.00 sampai dengan pukul 20.00 WIB dengan protokol kesehatan yang diatur oleh Kementerian Perdagangan," tulis Anies dikutip TribunJakarta.com, Rabu (18/8/2021).

Sebagai informasi, pada masa PPKM Level 4 sebelumnya, mas Anies membatasi jumlah pengunjung mal hanya 25 persen kapasitas.

Dalam aturannya ini, Anies juga mewajibkan seluruh masyarakat yang mau masuk ke mal untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga: Ingat! STRP Masih Berlaku Selama PPKM Level 4 DKI Jakarta

Tujuannya agar pemerintah bisa melakukan skrining dan memonitor pengunjung mal.

"Pengunjung dan pekerja telah divaksin," ujarnya.

Selain di mal, penambahan kapasitas ini juga berlaku di seluruh tempat ibadah di ibu kota.

Seluruh petugas dan masyarakat yang ingin beraktivitas di masjid pun diwajibkan vaksin.

"Tempat ibadah maksimal 50 persen kapasitas atau 50 orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama," ujarnya.

STRP Masih Berlaku Selama PPKM Level 4 DKI Jakarta

Pemprov DKI Jakarta tetap memberlakukan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) selama masa PPKM Level 4 hingga 23 Agustus 2021 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, STRP kini difokuskan pada moda transportasi umum dari luar ibu kota.

"Untuk STRP memang saat ini berlaku di layanan angkutan umum, ada di commuter line," ucapnya, Rabu (18/8/2021).

Kebijakan ini masih diterapkan guna membatasi warga non DKI yang masuk di DKI.

Sehingga diharapkan warga non DKI yang masuk ke ibu kota benar-benar pekerja yang bekerja di sektor esensial dan kritikal.

"Sesuai edaran Menteri Perhubungan bahwa di PPKM Level 4 ini salah satu persyaratan di wilayah aglomerasi itu adalah STRP," ujarnya saat dihubungi.

Untuk transportasi umum dalam kota, STRP tidak berlaku dan masyarakat hanya diminta menunjukan surat atau sertifikat vaksin.

Baca juga: 17 Hari Pelaksanaan Vaksinasi Merdeka, Hampir 2 Juta Warga Jakarta Disuntik Vaksin Covid-19

"Untuk Transjakarta, MRT, dan LRT itu seluruhnya prasyaratnya harus sudah vaksin," kata Syafrin.

"Jadi sertifikat vaksin yang dicek di sana," tambahnya menjelaskan.

Selain masih memberlakukan STRP, Pemprov DKI juga menerapkan ganjil genap guna menekan mobilitas warga.

Kebijakan ganjil genap ini diterapkan di delapan ruas jalan, yaitu Jalan Gatot Subroto, Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Majapahit, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan Pintu Besar Selatan.

Mekanisme mendapatkan STRP (surat tanda registrasi pekerja) untuk warga di luar Jakarta yang ingin masuk Jakarta selama pemberlakuan PPPKM darurat 3-20 Juli 2021.
Mekanisme mendapatkan STRP (surat tanda registrasi pekerja) untuk warga di luar Jakarta yang ingin masuk Jakarta selama pemberlakuan PPPKM darurat 3-20 Juli 2021. (Tangkapan layar IG @dkijakarta)

Aturan pembatasan kendaraan ini berlaku setiap hari mulai pukul 06.00 - 20.00 WIB.

"Prinsipnya dengan kebijakan ganjil genap pada beberapa pusat kegiatan yang dikhawatirkan akan terjadi kerumunan, penumpukan warga, dengan dilakukan ganjil genap itu tidak terjadi," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved