Sisi Lain Metropolitan

Menolak Menyerah dengan Keadaan, Juru Parkir Tunarungu di Cipayung Ini Pernah Jadi Korban Penculikan

Umar Azan Bahri (20), juru parkir tuna rungu di kawasan Cipayung, Jakarta Timur miliki kisah kelam sewaktu kecil.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
Menolak Menyerah dengan Keadaan, Juru Parkir Tunarungu di Cipayung Ini Pernah Jadi Korban Penculikan - umar-parkir-2.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Umar, juru parkir tunarungu di kawasan Cipayung, Jakarta Timur yang pernah menjadi korban penculikan, Kamis (26/8/2021)
Menolak Menyerah dengan Keadaan, Juru Parkir Tunarungu di Cipayung Ini Pernah Jadi Korban Penculikan - umar-parkir.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Umar, juru parkir tunarungu di kawasan Cipayung, Jakarta Timur yang pernah menjadi korban penculikan, Kamis (26/8/2021)
Menolak Menyerah dengan Keadaan, Juru Parkir Tunarungu di Cipayung Ini Pernah Jadi Korban Penculikan - umar-parkir.jpg
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Umar, juru parkir tunarungu di kawasan Cipayung, Jakarta Timur yang pernah menjadi korban penculikan, Kamis (26/8/2021)

Setelah Sabiah menyuapi Umar, ia melanjutkan pekerjaan rumahnya. Nahas, Umar yang izin bermain tak kunjung kembali.

Diliputi kegelisahan, Sabiah dan suaminya terus mencari anak semata wayangnya.

Dibantu para tetangga, Umar tak juga ditemukan hingga pihak keluarga membuat selembaran pemberitahuan orang hilang dan sempat ditayangkan di televisi.

"Waktu itu izinnya main, tapi nggak pulang-pulang. Saya cari dia sampai lewat TV dan poster juga tapi enggak ketemu," jelasnya.

Selama Umar belum ditemukan, Sabiah diliputi kesedihan mendalam.

Makanan lezat yang disajikan suaminya serasa hambar lantaran ia tak lagi berselera.

Air mata selalu menetes menjelang tidur malamnya.

Hingga suatu ketika, ribuan doa yang dipanjatkan terkabul saat suaminya membeli tiket di Stasiun Jatinegara.

"Itu ketemunya sebulan kemudian. Suami saya lagi beliin tiket buat kakeknya Umar yang mau pulang ke Yogyakarta. Di situ dia ketemu Umar sedang jadi pengamen dan langsung diajak pulang. Syukur alhamdulillah ketemu dan sekarang Umar sudah besar," jelasnya.

"Saya berusaha memberi keleluasaan sama Umar. Namun saya tetap pantau apa yang dilakukan. Jadi memang masih saya dan suami jaga serta kontrol pergaulan Umar," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved