Resensi Buku
Sosok Agus Widjojo di Buku Tentara Kok Mikir: Disebut SBY Man of Ideas, Hingga Sisihkan Luhut
Siapa sebenarnya Agus Widjojo? Gubernur Lemhanas ini dipuji Susilo Bambang Yudhoyono hingga Luhut Binsar Pandjaitan.
Saat menjadi Wakil Ketua MPR Fraksi TNI/Polri, Agus Widjojo merealisasikan konsep itu. Dia membawa TNI/Polri turun lebih cepat dari panggung politik praktis.

Alhasil mulai tahun 2004, TNI/Polri tidak lagi memiliki kursi di parlemen. Lima tahun lebih cepat dari yang disepakati semula oleh para elite politik.
Wajar jika SBY berkata, "Agus sudah menjadi Man of Ideas dan kemudian juga sudah menjadi perwira yang kritis."
"Mengkritisi masalah-masalah untuk koreksi dan perbaikan itu sejak menjadi perwira muda, perwira menengah, bahkan jenderal," imbuh SBY.
Ia mengingat bagaimana saat merumuskan cetak biru, agenda, dan arah reformasi TNI dan Polri serta ambil bagian dalam reformasi nasional, Agus punya peran besar.
"Saya harus sampaikan beliau memiliki kemampuan berpikir melihat ke depan, berangkat dari idealisme, tetapi cukup pragmatis mana yang bisa diterapkan dan belum bisa diterapkan di negeri tercinta ini," kata SBY.
SBY mengatakan ketika ia memimpin Indonesia sebagai presiden, Agus juga berkontribusi dalam banyak hal untuk bersama menyelesaikan kepentingan bangsa.
Kenangan Luhut Disingkirkan Agus
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan punya pengalaman gagal berangkat studi ke AS karena kalah saing dengan Agus.
Sewaktu taruna di Akademi Militer, Luhut berkesempatan ke AS dalam rangka suatu agenda tapi harus melalui sejumlah proses seleksi.
Sayang, bahasa Inggrisnya kalah jauh dari Agus, rekannya yang memang punya kemampuan lebih baik.

"Dari sekian banyak yang testing, cuma Pak Agus yang lulus dan bahasa Inggrisnya 100. Kita bahasa Inggrisnya tidak jelas," cerita Luhut yang ikut hadir dalam peluncuran buku Agus.
Momen gagal ke AS semasa di Akmil, membuat Luhut mulai mengenal sosok Agus. Ia mengakui keseharian Agus tak pernah jauh dari buku.
"Pak Agus ini tidak lepas dari buku karena senang menulis, senang membaca dan tidak senang berpura-pura," kata Luhut.
Selain itu, Luhut mengatakan bahwa Agus merupakan seorang Jenderal TNI yang melampaui zamannya, mempunyai gagasan yang berbeda.