Resensi Buku
Sosok Agus Widjojo di Buku Tentara Kok Mikir: Disebut SBY Man of Ideas, Hingga Sisihkan Luhut
Siapa sebenarnya Agus Widjojo? Gubernur Lemhanas ini dipuji Susilo Bambang Yudhoyono hingga Luhut Binsar Pandjaitan.
Soal gagasan mengenai posisi dan organisasi TNI saat itu, misalnya. Gagasan ini juga yang membuat Agus kerap berbenturan dengan sejumlah pihak.
"Tapi saya selalu mengatakan bahwa Agus itu selalu berpikir ke depan di zamannya," tutur Luhut.
Terkait buku Tentara Kok Mikir?, Luhut menyebut buku tersebut mengingatkan dirinya ketika masih aktif di dunia kemiliteran.
"Judul 'Tentara Kok Mikir?', ini secara langsung menguliti ingatan saya ketika saya masih memanggul ransel dulu," sambung Luhut.
Karier Cemerlang Agus
Agus adalah sosok perwira tinggi dengan karier cemerlang, meski tak terbilang mulus juga. Berbagai posisi strategis di TNI pernah didudukinya, antara lain Kepala Staf Teritorial TNI dan Wakil Ketua MPR.

Pernah tinggal di London selama tiga tahun mengikuti tugas ayahnya membuat Agus Widjojo fasih berbahasa Inggris. Ketika pulang dan bersekolah di Tanah Air nilainya untuk pelajaran bahasa Inggris selalu sempurna.
Setelah lulus AKABRI dan menjadi perwira, kemahiran bahasa Inggrisnya makin berguna. Agus hampir selalu menjadi penerjemah dan ajudan kehormatan ketika ada kunjungan panglima dari negara sahabat.
“Saya langganan jadi ajudan kehormatan mendampingi tamu,” ujar Agus.
Kemahiran Agus berbahasa Inggris bertahan sampai sekarang. Kuncinya, sering membaca buku dan kerap mempraktikkan kemampuan bahasa Inggrisnya dengan orang lain.
Menurut Agus, belajar bahasa asing paling efektif dengan cara dicemplungkan dengan native speakers.
“Semakin dicemplungkan ke native speakers, makin natural cara pengucapan dan idiomnya. Tapi kalau dia kembali ke sini dan tidak punya kesempatan praktik akan semakin hilang,” kata Agus.
Dengan modal kemahiran berbahasa Inggris pula, Agus banyak mendapat kesempatan sekolah dan penugasan ke luar negeri.
Saat mengikuti pendidikan US Army Infantery officer Basic Course 4-71, Fort Benning 1971, ia menjadi lulusan Siswa Internasional Terbaik. Agus mengalahkan siswa dari sembilan negara antara lain Portugal dan Guatemala.
“Saya mendapat nilai terbaik untuk karya tulis “11 Azas Kepemimpinan ABRI,” kata Agus.