Antisipasi Virus Corona di DKI
Tak Lagi Terima Pasien Covid-19, Rusun Nagrak dan Rusun Pasar Rumput Dikosongkan, Ini Alasannya
Tempat isolasi terkendali pasien Covid-19 di Rusun Nagrak, Jakarta Utara dan Rusun Pasar Rumput, Jakarta Selatan dikosongkan.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Tempat isolasi terkendali pasien Covid-19 di Rusun Nagrak, Jakarta Utara dan Rusun Pasar Rumput, Jakarta Selatan dikosongkan.
Kebijakan ini diambil pemerintah seiring semakin menurunnya jumlah kasus aktif Covid-19 di ibu kota.
Kepala Humas RSDC Wisma Atlet Kemayoran Kolonel Mintoro Sumego mengatakan, pengosongan dua tempat isolasi terkendali itu sudah dilakukan sejak 30 Agustus 2021 lalu.
"Bukan ditutup ya, tapi dikosongkan saja, karena pasiennya sudah tidak ada," ucapnya, Rabu (1/9/2021).

Ia menegaskan, kedua tempat ini hanya dikosongkan untuk sementara waktu.
Bila kasus kembali melonjak dan pasien Covid-19 membludak, maka kedua rusun tersebut bakal langsung dibuka kembali.
Baca juga: Bersama Pangdam Jaya, Anies Baswedan Datangi Rusun Nagrak Tempat Isolasi OTG Covid-19
"Dua rusun itu tetap standby, kalau ada pasien lagi tetap bisa diterima. Tapi sementara ini standby dulu," ujarnya saat dikonfirmasi.
Untuk saat ini, isolasi terkendali kembali dipusatkan ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran.
Bila sebelumnya RSD Wisma Atlet hanya menerima pasien bergejala sedang hingga berat, kini tempat isolasi tersebut sudah menerima kembali pasien tanpa gejala.
Kebijakan ini dibuat lantaran kondisi RSD Wisma Atlet Kemayoran yang semakin lowong.

Bahkan, tingkat keterisian atau bed occupancy rate (BOR) di RSD Wisma Atlet Kemayoran sudah mencapai 13 persen.
"Kemarin sempat naik jadi 15 persen saat ada datang dari Pademangan di repatriasi ke Wisma Atlet Kemayoran."
"Tapi sekarang mereka sudah pada sembuh," kata dia.
Baca juga: KSP Moeldoko: BOR di Wisma Atlet Kemayoran Menurun Signifikan
Sebagai informasi tambahan, kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta sampai hari ini berada di angka 7.096.
Adalun angka kasus aktif merupakan gabungan antara jumlah pasien yang tengah dirawat di rumah sakit dan yang kini sedang menjalani isolasi.