Breaking News:

Terjebak di Jalan Buntu, Jambret di Serpong Utara Tak Berkutik hingga Dikeroyok Warga

Melaju kencang tanpa mengetahui area sekitar, dua orang kawanan jambret yang menaiki satu sepeda motor itu tak sadar masuk ke jalan buntu

ISTIMEWA
Ilustrasi jambret 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir 

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG UTARA - Aksi kejar-kejaran motor antara kawanan jambret ponsel dengan korbannya terjadi di kawasan Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel).

Melaju kencang tanpa mengetahui area sekitar, dua orang kawanan jambret yang menaiki satu sepeda motor itu tak sadar masuk ke jalan buntu, di kawasan RT 5 RW 2, Kelurahan Jelupang.

Korban yang melaju dibelakangnya terus membuntuti sambil berteriak minta tolong.

Akhirnya dua jambret berinsial T dan H itu terperangkap dan tidak berkutik saat dibekuk warga.

Korban, inisial S, akhirnya mendapatkan ponsel miliknya kembali.

Sementara T dan H menjadi bulan-bulanan warga Jelupang hingga habis babak belur.

Kanit Reskrim Polsek Serpong, Iptu Djoko Aprianto, mengatakan, peristiwa itu terjadi pada sekira pukul 22.00 WIB, Jumat (3/9/2021).

Baca juga: Avanza Adu Banteng dengan Truk Sampah di Tangerang Selatan, Sopir Dilarikan ke Rumah sakit

Djoko menceritakan, kejadian bermula dari S yang seorang pegawai minimarket pulang kerja. Tiba-tiba, ia diikuti oleh T dan H sampai dipepet.

"Pada saat korban inisial S pulang kerja, dari arah Bintaro ke arah Graha, sampai di depan Holland Bakery Graha, dia dipepet sama pelaku. Pelaku dua orang pakai satu motor."

"Dipepet, melihat ada handphone di dashboard motor korban, salah satu pelaku inisial T, yang belakang dia ngambil tuh handphonennya. Pelaku inisial T dan H. Korban sadar handphone diambil, dikejar sama korban," papar Djoko melalui sambungan telepon, Minggu (5/9/2021).

Dari situ kejar-kejaran bermula, hingga akhirnya T dan H yang sudah dikeroyok warga, diserahkan ke Polsek Serpong.

Atas perbuatannya menjambret ponsel, T dan H dikenakan pasal 365 KUHPidana.

"Dikejar, pelaku ke arah Jelupang, ternyata ke jalan buntu. Korban ngejar sambil teriak-teriak. Akhirnya diamankan oleh korban dengan dibantu warga sekitar."

"Kita kenakan pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan, ancaman hukuman sembilan tahun penjara," pungkas Djoko. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved