Lapas Tangerang Terbakar

Komnas HAM Minta Polisi Terbuka Soal Penyebab Kebakaran Maut di Lapas Kelas 1 Tangerang

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik berharap, proses penyelidikan dapat bersifat transparan

Tayang:
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Suasana terkini Lapas Kelas 1 Tangerang yang terjadi kebakaran maut menewaskan 44 warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana, Kamis (9/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakartam.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta kepolisian segera ungkap penyebab kebakaran maut di Lapas Kelas 1 Tangerang.

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik berharap, proses penyelidikan dapat bersifat transparan.

"Kita sudah kontak juga dengan Kapolda Metro Jaya untuk benar-benar melakukan satu penyidikan serius, mendalam untuk mencari penyebab kenapa ini bisa terjadi," jelas Ahmad di Lapas Tangerang, Kamis (9/9/2021).

Ahmad menambahkan, pihaknya meminta hasil dari penyelidikan itu diungkapkan secara objektif dan transparan.

"Hasilnya itu harus transparan sehingga semua masyarakat ini tahu apa yang sebetulnya terjadi," ujar Ahmad.

Ia menuturkan pihaknya telah melakukan persetujuan memorandum of understanding (MOU) dengan Dirjen Lapas dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Kerja sama tersebut terkait pembenahan sistem lapas di seluruh Indonesia.

Baca juga: Lihat Api Membesar Bakar Matras, Menkumham Ungkap Trauma Korban Selamat Kebakaran Lapas Tangerang

"Kita menginginkan ada perubahan dalam sistem kita. Masalah yang paling besar, bagaimana mengatasi overcapacity. Soal overcapacity ini sistemik, berhubungan langsung dengan sistem pemidanaan," inginnya.

Sebelumnya, beredar kabar kalau kebakaran maut di Lapas Kelas 1 Tangerang dipicu karena pertikaian dua kartel narkoba.

Seperti diketahui, total ada 44 warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana yang tewas akibat kebakaran yang terjadi di Lapas Kelas 1 Tangerang, Rabu (8/9/2021) dini hari.

Namun, Kepala Lapas Kelas 1 Tangerang, Viktor Teguh menampik kabar terjadi bentrok dua geng narkoba sebelum terjadi kebakaran maut.

Dirinya pun mengaku harus menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian.

Lokasi blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang yang hangus terbakar dilalap si jago merah menewaskan 41 warga binaan pemasyarakatan, Rabu (8/9/2021).
 
 
Lokasi blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang yang hangus terbakar dilalap si jago merah menewaskan 41 warga binaan pemasyarakatan, Rabu (8/9/2021).     (ISTIMEWA)

"Kalau bicara, dalam hal ini tidak ada dugaan (bentrok). Enggak ada dugaan kayak gitu, kita tunggu hasilnya saja dari pemeriksaan kepolisian. Sebaiknya jangan ada dugaan," jelas Viktor di kantornya, Kamis (9/9/2021).

Ia pun mengaku saat kejadian dirinya berada di lokasi kebakaran dan melihat langsung si jago merah mengamuk.

Akan tetapi, Viktor menyebut bahwa bentrok antar kartel narkoba yang menjadi penyebab kebakaran itu tidak pernah terjadi.

"Saya pikir itu dugaan, tapi namanya musibah kapan saja bisa terjadi," ungkap Viktor.

Sebagai informasi, jumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana yang tewas akibat kebakaran maut di Lapas Kelas 1 Tangerang bertambah tiga orang.

Sebelumnya, kebakaran yang terjadi pada Rabu (8/9/2021) pukul 01.52 WIB itu menewaskan 41 narapidana karena terjebak di dalam selnya.

Baca juga: Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang Sering Aktif Main Instagram, Kalapas Ngaku Kecolongan

Namun, Kepala Humas RSUD Kabupaten Tangerang, Hilwani menjelaskan kalau korban tewas bertambah tiga orang sejak pagi ini, Kamis (9/9/2021).

"Iya betul ada meninggal, jadi total yang meninggal ada tiga pasien dengan luka bakar semua di atas 80, 89 persen," jelas Hilwani saat dihubungi pagi ini.

Ia menjelaskan, korban pertama dinyatakan meninggal pada 03.00 WIB tadi.

Kemudian disusul pasien kedua yang meninggal pada pukul 06.00 WIB.

Korban terakhir dinyatakan meninggal pada pukul 07.00 WIB.

"Korban yang meninggal sudah dibawa ke pemulasaran jenazah kemudian akan dikembalikan ke keluarga," ungkapnya.

Baca juga: 35 Anggota Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang Sudah Serahkan Data Antemortem

Total, lanjut Hilwani, tersisa tujuh korban luka-luka yang masih dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang akibat kebakaran maut kemarin.

Sebab, sebelum ada penambahan korban tewas, pada Rabu (8/9/2021) petang datang dua korban luka ke RSUD Kabupaten Tangerang.

Sehingga sampai kemarin malam, total ada 10 korban luka yang menjalani perawatan intensif karena luka bakar.

"Sisanya sekarang ada tujuh (pasien), kemarin sore kan datang lagi dua pasien dari klinik lapas (Lapas Kelas 1 Tangerang)," pungkas Hilwani. 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved