Perawatan Khusus Ambo - Panjul, Sapi Milik Warga Tangerang yang Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban
Ambo dan Panjul, dua sapi milik warga Tangerang dibeli Presiden RI Prabowo Subianto untuk kurban pada hari raya Idul Adha.
TRIBUNJAKARTA.COM - Ambo dan Panjul, dua sapi milik warga Tangerang dibeli Presiden RI Prabowo Subianto untuk kurban pada hari raya Idul Adha.
Kedua hewan kurban itu mendapatkan perawatan khusus untuk menjaga kondisi kesehatannya.
Panjul merupakan sapi ternah milik Muhammad Zamroni Maqribie, warga Tangerang Selatan.
Sedangkan Ambo, sapi milik seorang petani asal Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, bernama Falahudin.
Tak Menyangka
Muhammad Zamroni Maqribie pemilik peternakan Maqribir Farm mengaku awalnya tidak pernah membayangkan sapi peliharaannya akan dilirik untuk bantuan kurban Presiden Prabowo Subianto.
"Awalnya saya tidak tahu, tiba-tiba dapat info dari dinas kalau Pak Presiden mau kurban. Alhamdulillah saya memberanikan diri dengan bismillah, ternyata uji lolos semua,” ujar Muhammad Zamroni Maqribie di Ciputat, Tangsel, Selasa (19/5/2025).
Sapi berukuran jumbo itu kemudian menjadi perhatian warga sekitar kandang.
Tubuhnya yang besar dengan postur tegap membuat banyak orang penasaran untuk melihat langsung sapi yang diberi nama Panjul tersebut.
Muhammad mengatakan proses seleksi dilakukan cukup ketat sebelum akhirnya sapi dinyatakan layak sebagai hewan kurban bantuan presiden.
Harga Panjul
Menurut peternak, bobot Panjul terakhir mencapai 1.050 kilogram pada April lalu. Dengan ukuran sebesar itu, sapi tersebut dibanderol dengan harga jual mencapai Rp120 juta.
“Bobotnya 1.050 kilo waktu April lalu, harga jualnya Rp120 juta,” ujar Muhammad.
Perawatan Khusus
Bobot fantastis tidak didapat secara instan. Sang pemilik mengaku memberikan perhatian khusus agar kondisi Panjul tetap prima dan sehat.
Perawatan rutin dilakukan setiap hari, mulai dari pola makan hingga pemantauan kesehatan tubuh sapi.
“Ada perawatan khusus. Kondisinya kita kasih jamu, karena kita enggak bisa nangani sendiri, kita panggil dinas. Kebetulan sebulan dua kali dinas datang ke kami,” ungkapnya.
Pendampingan dari dinas peternakan disebut membantu memastikan kesehatan sapi tetap terjaga hingga menjelang Iduladha.