Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Senin Pekan Depan, SMP di Kabupaten Tangerang Mulai Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai melaksanakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka sekolah tingkat SMP

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Ilustrasi Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai melaksanakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka sekolah tingkat SMP 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai melaksanakan uji coba Pembelajaran Tatap Muka sekolah tingkat SMP mulai Senin (13/9/2021).

Setelah sebelumnya sekolah tingkat SMA/SMK/SKh telah dilakukan ujicoba PTM terbatas.

Kini giliran sekolah tingkat SMP yang akan diperbolehkan melakukan ujicoba PTM terbatas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Maesyal Rasyid mengatakan, uji coba PTM hanya akan dibatasi 50 persen siswa.

Baca juga: Baru 50 Persen MA dan MTS di Tangsel Gelar PTM, Sisanya Belum Dapat Rekomendasi

Skemanya pun dilaksanakan secara bergantian satu hari sekali.

"Saat pelaksanaan PTM, sekolah harus memastikan adanya protokol kesehatan ketat, seluruh siswa diwajibkan menggunakan masker, mencuci tangan, dan dalam keadaan sehat," kata Maesyal.

Namun, uji coba PTM akan dihentikan jika ada siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: PTM di SMAN 1 Tangerang Langsung Dihentikan Jika Ada Siswa yang Ditemukan Positif Covid-19

"Untuk itu harus dipastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik," pungkasnya.

Kendati demikian, pihaknya belum mengizinkan untuk jenjang SD melaksanakan uji coba PTM.

Maesyal Rasyid mengatakan, keputusan tersebut sesuai dengan hasil rapat yang telah dilakukan.

"Jadi sesuai rumusan hasil rapat untuk PTM, sekolah di tingkat SD belum diperbolehkan PTM," jelas Maesyal.

Baca juga: Kabar Baik! Mas Anies Pastikan Tak Ada Kasus Positif Covid-19 saat Gelar PTM di 610 Sekolah

Sebab, satu diantara beberapa syarat untuk bisa menggelar PTM adalah siswa harus telah divaksinasi minimal 60 persen.

Sedangkan pada usia di tingkat SD, mayoritas belum dapat divaksinasi karena usianya yang masih di bawah 12 tahun.

"Jadi vaksinasi tersebut termasuk guru, kepala sekolah, dan siswa, sedangkan siswa SD rata-rata belum bisa divaksinasi," tutupnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved