Breaking News:

Lapas Tangerang Terbakar

Tak Hanya Polisi, Tim DVI Kebakaran Lapas Tangerang Beranggotakan Ahli dari Puskes TNI Hingga Dosen

Tim Disaster Victim Identification (DVI) beranggotakan puluhan ahli dari berbagai bidang, khususnya dokter forensik.

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Konsultan Operasi DVI Kebakaran Lapas Tangerang Kombes Pramujoko (paling kanan) saat memberi keterangan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/9/2021).  

Fase tiga merupakan Antemortem, di tahap ini Tim DVI mengumpulkan data primer sebelum kematian korban meliputi sampel DNA dari keluarga inti, rekam medis pemeriksaan gigi korban.

Lalu sidik jari korban yang didapat dari dokumen administrasi kependudukan seperti ijazah, e-KTP dan data sekunder meliputi barang pribadi terakhir dikenakan korban dan ciri khusus.

Baca juga: Gelar Perkara Rampung, Kasus Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang Naik Penyidikan

Fase empat pencocokan satu per satu data antemortem dengan postmortem, bila hasilnya cocok maka jenazah dinyatakan teridentifikasi secara medis dan bisa diserahkan ke keluarga.

Pramujoko menjelaskan keempat fase ini melibatkan ahli dari Pusdokkes Polri, Puskes TNI, persatuan dokter forensik, persatuan dokter gigi, Inafis, hingga dosen di berbagai bidang.

"Sekarang operasi DVI Kebakaran Lapas Tangerang melibatkan dari UI (Universitas Indonesia). Kemudian ada dari RS Palembang. Besok mau ada datang dari Riau, mereka datang bergabung. Jadi kompaknya kita," tuturnya.

Hingga Jumat (10/9/2021) sebanyak lima jenazah narapidana korban tewas kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang sudah berhasil diidentifikasi Tim DVI lewat pencocokan data sidik jari.

Yakni Rudhi (43) warga Kota Tangerang, Dian Adi Priyana (44) warga Kabupaten Tangerang, Kusnadi (44) warga Jakarta Utara, Mustanil Arifin (50) warga Jakarta Pusat, dan Alfin (23) warga Mojokerto.

Baca juga: Tangis Euis Sampai Pingsan Berkali-kali Saat Pemakaman Anak Semata Wayang Korban Lapas Terbakar

Kini, tersisa 36 jenazah narapidana korban tewas kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang di Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur yang merupakan Posko Postmortem operasi DVI.

"Kalau sampel DNA Postmortem sudah diambil semua. Dari awal sudah diambil semua, kenapa? Untuk mencegah proses pembusukan. Jangan sampai ketika kita terlambat ambil busuk, kita mencegah itu," lanjut Pramujoko.

Proses identifikasi yang dilakukan Tim DVI ini juga dipastikan akurat karena menggunakan standar internasional yang ditetapkan International Criminal Police Organization (Interpol).

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved